Breaking News:

Kota Tanjungpandan Mengalami Deflasi 0,18 Persen pada Maret 2021, 3 Kelompok Ini Jadi Penyumbangnya

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Maret 2021 mengalami deflasi sebesar 1,47 persen dengan IHK 110,75.

Grafis Tribun/Didik Ahmadi
Ilustrasi deflasi 

POSBELITUNG.CO - Pada Maret 2021, Kota Tanjungpandan mengalami deflasi sebesar 0,18 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 107,85.

Rilis dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung yang diterima posbelitung.co, Kamis (1/4/2021), menyebut, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran.

Yakni kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 1,15 persen; kelompok transportasi sebesar 0,33 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,17 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya mengalami inflasi, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,01 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,16 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,08 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,09 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,13 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,02 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,03 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,24 persen.

Adapun tingkat inflasi tahun kalender sebesar 1,13 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Maret 2021 terhadap Maret 2020) sebesar 4,17 persen.

Pada Maret 2021, kelompok energi mengalami inflasi sebesar 0,22 persen dengan IHK sebesar 103,56.

Sementara itu, komponen bahan makanan pada Maret 2021 mengalami deflasi sebesar 1,47 persen dengan IHK 110,75.

Beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Maret 2021.

Antara lain, ikan bulat, ikan selar, ikan tongkol, cabai merah, kangkung, ikan kembung, sawi hijau, angkutan udara, cumi-cumi, dan ikan ekor kuning.

Sementara itu, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Antara lain, nasi dengan lauk, sop, udang basah, bawang merah, dan cabai rawit.

Pada Maret 2021 dari 11 kelompok pengeluaran, tiga kelompok memberikan andil/sumbangan
deflasi dan delapan kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,4359 persen; kelompok transportasi sebesar 0,0359 persen; serta kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0083 persen.

Sebagian kelompok pengeluaran lainnya memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,0006 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,0278 persen; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,0039 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,0017 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,0026 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,0157 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,2338 persen; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,0127 persen. (*)

Editor: Novita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved