Breaking News:

Berita Belitung

FKUB: Kerukunan Umat Beragama di Belitung Sangat Baik

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung Ramansyah menyebut indeks kerukunan Belitung masuk kategori sangat baik

Pos Belitung/Adelina Nurmalitasari
Dialog perempuan lintas agama yang diadakan FKUB Kabupaten Belitung di Hotel Fairfield by Marriott Belitung, Sabtu (3/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Belitung Ramansyah menyebut indeks kerukunan Belitung masuk kategori sangat baik dengan persentase 84,76 persen. Persentase itu bahkan lebih tinggi dari rata-rata Provinsi Bangka Belitung yang indeks kerukunannya 73 persen.

"Indeks itu adalah wujud dari situasi kondusifitas kerukunan umat beragama suatu daerah. Ada tiga indikator, toleransi, kerjasama antar umat beragama cukup tinggi, kesetaraan bagaimana pelayanan pemerintah terhadap umat beragama tanpa membedakan suku agama dan ras," katanya, Sabtu (3/4/2021).

Ia menjelaskan, dalam merawat kerukunan umat beragama diperlukan peran perempuan. Maka dari itu, pihaknya juga mengadakan dialog perempuan lintas agama di Hotel Fairfield by Marriott Belitung.

Perempuan punya peran besar dalam merekatkan kerukunan lewat komunitas dan kelompok sosial kemasyarakatan. Perempuan diharapkan dapat menjadi arus utama dan efektif dalam memberikan pesan damai.

Pesan kerukunan atau pesan damai bisa dilakukan perempuan sedari keluarga. Makanya perempuan sebagai ibu harus punya karakter, pendidikan, dan skill atau keterampilan.

"Terutama saat ini saya lihat perempuan dieksploitasi untuk kepentingan-kepentingan politik yang justru sangat merugikan citra perempuan sebagai tiang negara. Ketika tiang hancur, maka hancurlah negara ini. Betapa pentingnya peran perempuan dalam merawat kerukunan beragama ini," jelasnya.

Setelah dialog yang juga dihadiri perwakilan perempuan enam agama dan organisasi perempuan di Belitung, Ramansyah menyebut akan menindaklanjuti dengan membentuk dan mengukuhkan komunitas perempuan peduli kerukunan. Komunitas itu akan disebut sebagai komunitas perempuan lintas agama.

"Program selanjutnya kunjungan ke rumah ibadah. Selaim dialog kami akan mengunjungi rumah ibadah berkomunikasi dengan umat beragama terkait permasalahan yang mereka hadapi terutama dalam pengembangan rumah ibadah," imbuhnya.

Hal senada turut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bangka Belitung Melati Erzaldi. Menurutnya, perempuan memang berbeda dengan laki-laki, baik dari segi fisik maupun otak. Perempuan juga cenderung lebih menyukai sesuatu yang emosional.

"Ini yang kadang-kadang dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab, seperti kejadian di Mabes Polri, yang pasti itu bisa dilakukan siapa saja yang kebetulan gendernya perempuan," kata Melati.

Menurutnya, perempuan punya peran sentral dalam merawat kerukunan yang dimulai dari keluarga agar bisa mendidik, menyampaikan perspektif baik kepada keluarganya terutama anak-anak. Ketika bicara perempuan dalam kemasyarakatan juga punya peran yang sama. Kalau perempuan paham dengan perannya, maka ia akan turut serta dalam kerukunan agama.

"Dengan adanya dialog ini, harapan saya, organisasi perempuan yang hadir bisa mengedukasi, menyosialisasikan, serta memberikan pemahaman kepada perempuan lainnya," ujar dia.

"Menurut saya Bangka Belitung ini sudah menjadi keberkahan, semua masyarakat sudah rukun sehingga harus terus dirawat agar tidak ada orang yang memprovokasi," imbuh Melati.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved