Breaking News:

Maras Taun Desa Selat Nasik, Ada Lepat Gede Berukuran Dua Meter

Sejumlah prosesi adat dilakukan dukun kampong, ketua adat, dan kepala desa pada Maras Taun di lapangan Tanah Timbun, Desa Selat Nasik.

Posbelitung.co/Lisa Lestari
Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Belitung Hermanto memotong lepat berukuran dua meter pada Maras Taun di lapangan Tanah Tambun, Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Minggu (4/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Sejumlah prosesi adat dilakukan dukun kampong, ketua adat, dan kepala desa pada Maras Taun di lapangan Tanah Timbun, Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik, Minggu (4/4/2021). Setelahnya acara dilanjutkan dengan memotong lepat gede atau lepat besar yang berada tepat di tengah-tengah lapangan.

Lepat yang terbuat dari beras ketan itu berukuran dua meter dengan berat lebih dari 200 kilogram. Setelah prosesi adat, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Belitung Hermanto memotong lepat itu menjadi dua bagian. Barulah lepat itu dipotong-potong lalu dibagikan kepada masyarakat yang mengikuti acara Maras Taun ini.

Menurut Ketua Adat Selat Nasik sekaligus pembuat lepat gede, Bahani, butuh sepekan untuk membuat lepat itu. Proses pembuatannya dimulai dari mengambil daun lais yang akan digunakan sebagai pembungkus ketan atau pulut. Daun lais juga harus diuru atau dipanggang sekilas, dibilang duri, juga dibuat menjadi helaian.

"Lalu kemudian dianyam selama tiga hari. Kadang jam 10.00 WIB mulai, sampai jam 1.00 WIB malam. Tiga hari menganyam," katanya.

Prosesi adat Maras Taun 2021 di Lapangan Tanah Timbun Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik.
Prosesi adat Maras Taun 2021 di Lapangan Tanah Timbun Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik. (Pos Belitung/Lisa Lestari)

Ketan yang digunakan pun totalnya mencapai 135 kilogram. Dalam prosesnya, beras ketan dimasak dengan santan. Biasanya, kata Bahani, satu kilogram beras ketan bisa menghasilkan dua kilogram ketan matang yang selanjutnya bisa dimasukkan ke dalam pembungkus lais.

Ia menjelaskan, Maras Taun dilakukan sebagai peringatan panen padi.

"Ada lepat gede, kalau dulu tidak ada, karena selamatan kampong hanya di rumah pak dukun mengundang warga orang di kampung situlah. Sekarang ketika acara ini kami mengundang banyak orang datang, kami ajak makan lepat, makan nasi dan lauk pauk, kami ingin mengajak banyak orang sehingga lepat berukuran besar agar banyak orang bisa menikmatinya," jelas dia.

Prosesi adat Maras Taun 2021 di Lapangan Tanah Timbun Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik.
Prosesi adat Maras Taun 2021 di Lapangan Tanah Timbun Desa Selat Nasik, Kecamatan Selat Nasik. (Posbelitung.co/Lisa Lestari)

Selain menikmati lepat besar, pada Maras Taun ini, juga banyak seni pertunjukan yang ditampilkan. Semisal tarian sepen, silat, keroncong Stambul Fajar, dan kesenian lesong panjang.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: M Ismunadi
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved