Breaking News:

Berita Belitung Timur

Keren, Bangka Belitung Wakili Indonesia dalam Penilaian Kualitas Pendidikan Internasional PISA 2021

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewakili Indonesia dalam penilaian kualitas pendidikan internasional lewat Programme of International Student.

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Gubernur Bangka Belitung Erzaldi saat memberi sambutan didampingi Wakil Gubermur Abdul Fatah, Bupati Belitung Timur Burhanudin, Kadindik Provinsi Bangka Belitung M Soleh, Kadindik Beltim Amrizal, dan lainnya, Senin (5/4/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG --  Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mewakili Indonesia dalam penilaian kualitas pendidikan internasional lewat Programme of International Student Assesment (PISA) tahun 2021.

Hal ini dikatakan oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman di hadapan guru-guru SD-SMA Belitung Timur, Senin (5/4/2021).

Gubernur Erzaldi mengatakan, Kepulauan Bangka Belitung mewakili Indonesia bersama dua daerah lainnya yaitu DKI Jakarta dan Yogyakarta.

Erzaldi menuturkan PISA ini akan memilih sampling siswa minimal berusia 15 tahun secara acak untuk menjalani dua jam tes di bidang membaca, matematika, dan sains.

"Bali juga ditunjuk sebenarnya tapi mundur. Saya bilang ke Kadindik Pak Saleh bahwa kita jangan mundur karena ini hal yang luar biasa. Kita harus tunjukkan bahwa siswa kita berkualitas dan bisa disejajarkan di dunia internasional," ujar Erzaldi saat memberi pengarahan di SMA Negeri 1 Damar, Belitung Timur, Senin (5/4/2021).

Ia mengatakan Bangka Belitung ditunjuk karena beberapa indikator, yaitu Ujian Nasional (UN) sudah berbasis komputer, hasil UN peringkat lima nasional, uji kompetensi guru peringkat 6 Nasional, dan kompetensi kepsek peringkat 5 Nasional.

Mantan Bupati Bangka Tengah itu mengatakan ada beberapa hal yang ia siapkan dalam pelaksanaan PISA ini, satu di antaranya ialah mengubah cara pengajaran guru supaya siswa siap tak saja dalam mengikuti penilaian PISA, tapi juga siap menghadapi tantangan ke depan.

Erzaldi ingin hasil penilaian PISA nantinya bisa sebagai dasar dalam melakukan perubahan dan merumuskan kebijakan yang bisa membawa kemajuan bagi dunia pendidikan di Babel.

Ia menekankan semua sekolah harus siap menghadapi ini karena bukan dari pemerintah yang menunjuk para siswa tapi dari PISA langsung.

"Semoga dengan ini pendidikan di Bangka Belitung makin terukur dan bermutu sehingga bisa bersaing di tingkat nasional," harap Erzaldi.

PISA merupakan rancangan oleh Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Penilaian PISA ini dilakukan tiga tahun sekali dan pada Laporan PISA 2018, Indonesia mendapat skor membaca 371, matematika 379, dan sains 396.

Angka tersebut lebih rendah dari rerata skor negara-negara ASEAN yaitu membaca 413, matematika 431, dan sains 433. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved