Breaking News:

Berita Belitung Timur

Nelayan Beraksi Tolak Tambang Laut, Gubernur Sebut Kewenangan Tambang tidak Ada di Provinsi Lagi

ksi damai oleh nelayan dan mahasiswa yang dilaksanakan Senin (5/4/2021) di Pangkalpinang ditanggapi oleh Gubernur Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Gubernur Bangka Belitung, Erzaldi Rosman Djohan 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Aksi damai oleh nelayan dan mahasiswa yang dilaksanakan Senin (5/4/2021) di Pangkalpinang ditanggapi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman.

Ditemui Posbelitung.co usai kunjungan di Belitung Timur, Erzaldi mengatakan aspirasinya yang disampaikan masyarakat akan diterima.

Namun, ia menekankan bahwa antara masyarakat dan perusahaan tambang harus mengambil suatu kesepakatan, berkonsolidasi, dan bersinergi.

"Jangan segala sesuatu diserahkan ke pemerintah provinsi padahal kewenangan terhadap pertambangan ini sudah tidak ada di tangan provinsi lagi," tegas Erzaldi.

Harusnya, kata Erzaldi, perusahaan tambanglah yang aktif merumuskan hal-hal yang menyangkut pertambangan ini.

Erzaldi mengatakan, Pemprov Bangka Belitung sudah lama berkomitmen akan berpindah dari sektor tambang ke pariwisata yang banyak multiplier effect-nya. Karena itu, ia berharap dukungan dari semua masyarakat atas hal ini.

Sebelumnya diberitakan, aksi massa dilakukan sejumlah nelayan dan mahasiswa di Pulau Bangka mendatangi Kantor PT Timah Tbk, Senin (5/4/2021) siang.

Demontran ini menuntut agar kapal isap produksi (KIP) milik atau mitra perusahaan plat merah tersebut, segera ditertibkan karena dianggap mengganggu areal tangkap nelayan tradisional.

Massa mendatangi Kantor PT Timah sambil membawa atibut berupa sepanduk bertuliskan tuntunan untuk PT Timah Tbk.

Demontran juga membawa alat pengeras suara saat menggelar aksi di depan halaman kantor tersebut.

Halaman
123
Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved