Breaking News:

Berita Belitung

Satiman Belum Jual Lada Sejak Panen 2018 Lalu, Tunggu Harga Naik Lagi

Namun rata-rata petani lada di Belitung belum ingin menjual jual hasil panen mereka dan menunggu harga melambung tinggi seperti tahun 2015 lalu.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Satiman, Senin (5/4/2021) ketika memanen lada. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Harga lada beberapa waktu terkahir terus beranjak naik hingga saat ini mencapai Rp85.000,- per kilogram (Kg).

Para petani menyambut positif semakin baiknya harga lada ini.

Namun rata-rata petani lada di Belitung belum ingin menjual jual hasil panen mereka dan menunggu harga melambung tinggi seperti tahun 2015 lalu.

Satu di antara petani mempertahankan lada, dan belum menjual hasil panen, Satiman (68).

Lelaki biasa disapa Kakek ini, memiliki perkebunan lada seluas 4 hektar di Jalan tembus Buluh Tumbang, Desa Buluh Tumbang, Tanjungpandan, Belitung.

Hasil produksi lada di perkebunan ini, sudah puluhan ton. Kali pertama panen pada tahun 2018 lalu, hingga sekarang tidak pernah dijual. Mulai menanam pohon lada tersebut pada tahun 2015 lalu.

"Sudah empat kali panen tidak pernah dijual, karena harganya turun. Iya harga lada sudah mulai naik lagi ini, tapi kami belum jual, karena kemungkinan akan naik lagi," kata Kakek, Senin (5/4/2021) kepada posbelitung.co, senin (5/4/2021).

Sekarang, pohon lada terlihat kokoh di area perkebunan ini hanya sekitar 5.000 pohon dari angka 10.000 pohon sebelum nya sempat ditanam. Pohon lain sudah mati, lantaran terserang hama penyakit.

"Ya sekarang hanya panen buah penyelang saja istilahnya, tapi setiap hari masih dapat 10 ambong. Ini belum semua dipanen," ujarnya.

Selain harga mengalami penurunan sejak beberapa tahun belakang, produksi pada pohon lada ini mengalami penurunan. Pada tahun 2018 lalu, Kakek sempat memanen hingga 8 ton.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: Eltjandring
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved