Ramadhan 2021

Menteri Agama Atur Ibadah Ramadhan di Masa Pandemi Covid-19, Ceramah Dibatasi Hanya 15 Menit

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Surat Edaran No 03 tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M

Editor: Hendra
Tribunnews.com/ Chaerul Umam
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -  Selama bulan ramadhan umat islam lebih sering menggelar atau meningkatkan acara-acara keagamaan.

Shalat berjamaah (bersama), pengajian, ceramah dan lain sebagainya.

Ramadhan 1442 hijriah atau tahun ini masih akan digelar di tengah pandemi covid-19.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya agar virus corona atau covid-19 ini tak terus bertambah di Indonesia.

Menteri Agama  Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Surat Edaran No 03 tahun 2021 terkait Panduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1442 H/2021 M.

Baca Berita Terkait:

--> Apakah Boleh Penderita Covid-19 Ber puasa? Ini Saran dari Ahli dan Tips Selama Puasa Ramadhan

Edaran ini ditujukan kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Ketua Badan Amil Zakat Nasional, Kepala Kankemenag Kab/Kota, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Indonesia, serta para Pengurus dan Pengelola Masjid dan Mushala.

Dalam edarannya, Kemenag mengatur ketentuan soal kegiatan pengajian dan ceramah di masjid selama bulan Ramadhan di masa pandemi Covid-19.

"Pengajian, ceramah, taushiyah, kultum Ramadan dan kuliah subuh, paling lama dengan durasi waktu 15 menit," ujar Yaqut dalam surat edarannya, Selasa (6/4/2021).

Peringatan Nuzulul Quran di masjid atau musala dilaksanakan dengan pembatasan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Pengurus dan pengelola masjid atau musala wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah.

"Melakukan disinfektan secara teratur, menyediakan sarana cuci tangan di pintu masuk masjid/musala, menggunakan masker, menjaga jarak aman, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing," ucap Yaqut.

Baca Berita Terkait:

--> Pemerintah Bolehkan Shalat Tarawih di Luar Rumah, Tapi Tetap Ikuti Protokol Kesehatan

Peringatan Nuzulul Quran yang diadakan di dalam maupun di luar gedung, wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapasitas tempat atau lapangan.

Dalam penyelenggaraan ibadah dan dakwah di bulan Ramadan, segenap umat Islam dan para mubaligh/penceramah agama agar menjaga ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah wathaniyah, dan ukhuwwah basyariyah.

"Serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat," kata Yaqut.

Para mubaligh atau penceramah agama diharapkan berperan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketakwaan, akhlaqul karimah, kemaslahatan umat, dan nilai-nilai kebangsaan dalam NKRI melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-sunnah.

Baca Berita Tentang Ramadhan 2021:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemenag: Pengajian Selama Ramadan di Masjid Paling Lama 15 Menit

Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved