Breaking News:

Virus Corona di Belitung

Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, MUI Ajak Warga Jangan Ragu Menerima Vaksin saat Ramadhan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwanya terkait hukum melaksanakan vaksinasi saat berpuasa di Bulan Ramadhan.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Tribunnews/Herudin
Ilustrasi suntik vaksin. Vaksinasi Covid-19 Tidak Batalkan Puasa, MUI Ajak Warga Jangan Ragu Menerima Vaksin saat Ramadhan. 

BANGKAPOS.COM , BANGKA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwanya terkait hukum melaksanakan vaksinasi saat berpuasa di Bulan Ramadhan.

Dalam Fatwa MUI Nomor 13 Tahun 2021 tentang hukum vaksinasi Covid-19 saat berpuasa mengatakan vaksinasi saat Ramadan tidak membatalkan puasa.

Sekretaris MUI Belitung Timur Ekocahyo Heppy mengatakan keputusan ini diambil mengacu pada Alquran, Hadis, dan pandangan ulama bahwa demi kesehatan bersama bisa melaksanakan vaksinasi walaupun dalam keadaan berpuasa asalkan tidak berbahaya.

"Dalam beberapa pendapat ulama menyebutkan bahwa tidak membatalkan puasa memasukkan sesuatu ke dalam daging hingga sampai ke otak asalkan bukan dimasukkan pada organ tubuh yang terbuka, seperti mulut, hidung, dan dubur," jelas Ekocahyo saat dihubungi Posbelitung.co, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, vaksinasi covid-19 merupakan upaya percepatan pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona. Karena itu, vaksinasi harus tetap berjalan sehingga nantinya bisa menghilangkan wabah ini dari muka bumi.

"Sepanjang tidak menyebabkan bahaya bagi penerima vaksin, maka vaksinasi boleh dilaksanakan di siang hari saat Bulan Ramadhan," ujar Ekocahyo yang juga merupakan Kepala KUA Manggar itu.

Meski demikian, ia juga mengatakan vaksinasi Covid-19 terhadap orang Islam bisa dilakukan malam hari jika proses vaksinasi pada siang hari saat berpuasa dikhawatirkan menyebabkan bahaya akibat lemahnya kondisi fisik.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat Belitung Timur tidak perlu khawatir dan ragu mengenai vaksinasi karena tidak akan membatalkan puasa.

"Menyukseskan program vaksinasi sama saja kita mendukung terciptanya herd immunity demi Belitung Timur yang sehat ke depannya," ujar Ekocahyo.

Dihubungi terpisah, Kabid P2P Dinas Kesehatan-PPKB Beltim Supeni mengatakan akan mengikuti Fatwa MUI tersebut.

Dirinya mengaku fasilitas kesehatan akan tetap melayani vaksinasi Covid-19 walaupun dalam kondisi siang hari dan berpuasa.

"Bagi sasaran prioritas yang bersedia divaksinasi saat puasa akan tetap kami layani. Namun tetap akan kami periksa kondisi kesehatannya dulu jika ada risiko yang mengkhawatirkan karena kondisi fisik maka vaksinasi bisa ditunda dulu," kata Supeni. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved