Breaking News:

Dianggap Pangkalan Militer, Israel Serang Kapal Kargo Milik Iran di Laut Merah Hingga Rusak

Israel melancarkan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan kapal-kapal Israel yang dilakukan oleh Iran

Thinkstock/Getty Images/Stewart Sutton
Ilustrasi Kapal 

POSBELITUNG.CO, TEHERAN,  – Israel menyerang kapal kargo Iran Saviz yang berada Laut Merah di wilayah perairan dekat Yaman dan Eritrea, Selasa (6/4/2021) hingga rusak parah.

Kapal kargo milik Iran ini telah dicurigai oleh Israel dan Arab Saudi sebagai pangkalan militer pasukan Garda Revolusi Iran telah

Penyerangan yang dilakukan oleh Israel tersebut dilakukan dengan menggunakan bom tempel.

Media Arab Saudi Al-Hadath TV melaporkan serangan tersebut pada Selasa (6/4/2021) dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Seorang pejabat Amerika Serikat (AS) yang berbicara dalam keadaan anonim mengatakan kepada The New York Times bahwa Israel berada di balik serangan itu.

Pejabat itu menambahkan, Israel telah melaporkan serangan itu kepada AS pada Selasa pagi sebagaimana dilansir Russian Today.

Dia menambahkan, Israel melancarkan serangan tersebut sebagai pembalasan atas serangan kapal-kapal Israel yang dilakukan oleh Iran.

Israel dan Arab Saudi telah lama menuduh Saviz sebagai pangkalan untuk Garda Revolusi Iran di Laut Merah di wilayah perairan dekat Yaman dan Eritrea.

Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, mengonfirmasi bahwa telah terjadi serangan yang melanda Saviz.

Tasnim melaporkan, serangan tersebut berasal dari bom tempel yang ditempatkan di lambung kapal.

“Saviz telah ditempatkan di Laut Merah selama beberapa tahun terakhir untuk mendukung pasukan komando Iran yang dikirim untuk mengawal kapal komersial,” lapor Tasnim.

Namun, Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai serangan terhadap Saviz tersebut.

Menurut Institut Angkatan Laut AS (USNI), Saviz hampir tidak bergerak selama tiga tahun terakhir di Laut Merah.

Kapal itu dicurigai menyediakan pengawasan lalu lintas laut yang datang melalui Laut Merah.

Laut Merah merupakan rute pelayaran utama dari Asia dan Timur Tengah ke Eropa yang kemudian melewati Terusan Suez di Mesir.

Banyak angkatan laut dunia bersiaga di perairan tersebut, karena telah menjadi salah satu tempat beraksi favorit bagi para perompak yang beroperasi dari bagian Somalia.

Insiden pada Selasa tersebut terjadi ketika Iran bertemu dengan utusan Rusia, China, Jerman, Perancis, dan Inggris di Wina, Austria, untuk membahas nasib kesepakatan nuklir 2015.

AS sendiri tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Meski demikian, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah mengisyaratkan agar Washington bergabung kembali dengan kesepakatan itu.

Pasalnya, pada 2018, mantan Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik AS dari kesepakatan nuklir tersebut.

Dugaan serangan terhadap Saviz juga terjadi di tengah perang bayangan di laut lepas antara Israel dan Iran yang meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Pada pertengahan Maret lalu, kapal kargo Iran Shahr-e Kord dilaporkan rusak di Laut Mediterania.

Sementara itu, Israel mengatakan bahwa kapal barang Lori, yang berlayar dari Tanzania ke India, terkena rudal di laut Arab dua pekan lalu.

Pada akhir Februari, terjadi ledakan kapal milik Israel, Helios Ray, di Teluk Oman. Baik Iran dan Israel saling menuduh atas insiden itu.

Investigasi yang dilakukan surat kabar asal Israel, Haaretz, pada Maret mengeklaim bahwa Israel dan Iran telah terlibat dalam "perang ekonomi" selama dua setengah tahun terakhir.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kapal Iran yang Diserang Israel Dilaporkan Rusak, Dianggap sebagai Pangkalan", 

Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved