Breaking News:

Berita Belitung

BNN Perang melawan Narkoba, Menuju Belitung Bersih Narkoba

Saat ini Indonesia sedang sedang perang melawan narkoba menuju Belitung Bersinar (bersih narkoba).

Dok/Posbelitung.co
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung Nasrudin (baju putih) saat mengikuti dialog ruang kita perang melawan Narkoba menuju Belitung Bersinar (Bersih narkoba), Kamis (8/4/2021) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung Nasrudin, menyampaikan saat ini Indonesia sedang sedang perang melawan narkoba menuju Belitung Bersinar (bersih narkoba), dia menyampaikan hal ini perlunya sinergitas semua pihak dan komitmen agar dapat menjauhkan barang haram tersebut dari masyarakat.

Nasrudin mengingatkan begitu orang sudah mencoba narkoba, teratur memakai, hingga menjadi pecandu, sugesti untuk kembali memakai barang haram tersebut sangat dominan.

"Maka, sekalipun dia sudah direhabilitasi sekalipun kecenderungan kambuh lagi, jatuh lagi ke narkoba sangat besar, itu semua tergantung dari ketahanan individunya, dukungan keluarga dan masyarakat," jelas Nasrudin kepada Posbelitung.co, dalam Dialog Ruang Kita. Selasa (8/4/2021) di Kantor Pos Belitung.

Dia melanjutkan, karena itu lah dinamakan zat adiktif yang bisa menimbulkan kecanduan

Ia memberikan contoh misal seperti orang yang kecanduan kopi, hanya saja ini dalam konteks adiktif ringan.

"Kalau narkoba (kecanduannya) sudah luar biasa, faktor kemauan untuk pakai lagi yang tidak bisa lepas dari adiksi itu," ungkap Nasrudin.

"Undang-undang 35 tahun 2009 mengunakan dobel track sistem, jadinada presepsi ganda misal barang siapa menanam, barang siapa yang membawa harus ditindak secara hukum, harus dibrantas bagi bandar, pengedar kurir. Nah tapi bagi orang-orang yang memakai karena ketidak tahuannya, karena salah pergaulan dan faktor lain memicu orang tersebut memakai narkoba dia disebut korban, pecandu, penyalah guna maka persepsi kedua kami mereka berhak direhabilitasi," ungkap Nasrudin.

Dia mejelaskannya, bila seseorang mendapat rehabilitasi rawat jalan, ada kemungkinan orang tersebut dengan sadar diri datang ke BNN, atau yang kedua karena ada campur tangan keluarga, tokoh agama, tokoh masyarakat ataupun hasil penjangkauan BNN guna menyadarkan korban penyalahgunaan zatadiktif

"Itu kami bawa ke BNN untuk direhabilitasi. Target tahun 2021 untuk rawan jalan rehabilitasi 30 orang, sedangkan 2020 lalu kami mencapai 26 orang itu memperoleh layanan rebilitasi rawat jalan,"  kata Nasrudin.

Dia menjelaskan, untuk rehabilitasi tidak melulu soal narkotika, bisa juga psikotropika misal ngelem, atau penyalahgunaan obat-obatan yang dioplos sehingga mincul adiktif, maka mereka berhak direhabilitasi.

Halaman
12
Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved