Berita Belitung Timur

Gelar Uji Kompetensi Sertifikasi, HPI Belitung Timur Tingkatkan Kualitas Pemandu Wisata Snorkeling

Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Pemandu Wisata Snorkeling.

Penulis: Bryan Bimantoro | Editor: nurhayati
Posbelitung.com/Novita
Wisatawan snorkeling melihat terumbu karang, di sekitar objek wisata Pulau Lengkuas, Belitung 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) menyelenggarakan Uji Kompetensi Sertifikasi Pemandu Wisata Snorkeling bekerjasama dengan Kemenparekraf RI, Kamis (8/4/2021) di Hotel Bahamas Tanjungpandan.

Dihubungi Posbelitung.co, Jumat (9/4/2021), Ketua HPI Belitung Timur Robi Saputra mengatakan uji kompetensi yang diadakan oleh HPI dengan asesor dari LSP Pramindo ini sebagai upaya meningkatkan kemampuan dan profesionalitas pemandu wisata di bidang snorkeling.

Diakui Robi,  geliat pariwisata di era adaptasi kebiasaan baru ini harus semakin berkembang diikuti dengan peningkatan kualitas SDM.

Ia mengatakan orang yang mampu memandu wisata snorkeling banyak, namun belum profesional.

"Jadi 17 orang yang ikut kompetensi dari Belitung Timur ini akan punya kepercayaan diri dalam memandu wisatawan karena sudah ada bukti bahwa dirinya kompeten, teruji, dan profesional," kata Robi.

Di samping itu, Robi mengatakan HPI Bangka Belitung maupun HPI Belitung Timur akan terus meningkatkan kualitas SDM pemandu wisata Belitung Timur, baik di kepemanduan wisata darat, bus, destinasi wisata, dan lainnya.

Menurutnya dengan adanya sertifikasi kepemanduan ini juga sebagai sarananya mengontrol jumlah pemandu wisata profesional yang ada di Belitung Timur.

Status kompeten bagi 17 pemandu wisata snorkeling ini akan berlaku selama dua tahun ke depan. Jika masa berlakunya habis maka bisa diperpanjang dengan kembali mengikuti ujian serupa.

Ketua HPI Belitung Timur ini berharap agar terus terjalin sinergisitas antara HPI dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Belitung Timur untuk sama-sama memperkuat destinasi wisata.

Dia menilai, banyak yang harus dibenahi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Semoga bisa jadi perhatian khusus bagi Disbudpar Beltim soal destinasi wisata dan kepemanduan. Semoga sinergisitas antar organisasi kepariwisataan bisa terjalin lebih optimal," harap Robi.

Dihubungi terpisah, Staf Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Belitung Timur Misnawati mengatakan saat ini sedang dalam proses pengembangan paket wisata di desa-desa pesisir. Desa-desa tersebut adalah Burungmandi, Sukamandi, Dendang, Bukulimau, Lalang, dan Baru.

"Dalam hal ini kami dari Disbudpar Beltim hanya memberikan daftar pesertanya kepada HPI untuk diikutkan dalam uji kompetensi tersebut. Dalam pemilihan peserta itu, kami sudah berkoordinasi dengan desa setempat untuk memilihkan peserta yang memang sudah menggeluti bidang tersebut," kata Misnawati.

Dalam pengembangan palet-paket wisata itu, lanjutnya, erat kaitannya dengan laut. Ia mencontohkan paket wisata di Desa Burung Mandi ada namanya Mancing Bekater.

Jadi untuk mendampingi paket wisata tersebut tersedia pemandu wisata snorkeling yang sudah profesional dan tersertifikasi.

"Ke depan, ke-17 orang ini akan terus kami ikutkan dalam pelatihan-pelatihan snorkeling bahkan pengenalan diving supaya makin meningkatkan skill dan kualitas mereka dalam mendampingi wisatawan nantinya," kata Misna. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved