Breaking News:

Ramadhan 2021

RM dan Warkop Tanpa Tirai Selama Ramadan, Ketua MUI Sebut Kebijakan Pertama di Bangka Belitung

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Zayadi mendukung dan setuju pada Kebijakan Bupati Belitung Timur

posbelitung.co
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Bangka Belitung Zayadi. (Posbelitung.co/BryanBimantoro) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Zayadi mendukung dan setuju pada Kebijakan Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin. Kebijakan tersebut adalah mempersilahkan warung makan (RM) dan warung kopi (Warkop) buka seperti biasa tanpa tirai penutup selama Bulan Ramadan.

Ditemui Posbelitung.co, Jumat (9/4/2021) seusai Acara Bedah Buku dan Sosialisasi fFatwa MUI di Ruang Satu Hati Bangun Negeri Kantor Bupati Belitung Timur, Zayadi bilang kehidupan sekarang harus transparan, baik menyangkut masalah agama atau tidak.

Menurutnya kalau tempat makan dan warung kopi ditutup tirai, orang tidak tahu siapa saja yang masuk ke tempat itu. Jika dibuka seperti biasa, lanjutnya, orang-orang bakal timbul rasa malu jika mau masuk dan makan di tempat yang dimaksud.

Ia menilai saat ini muslim yang tidak puasa pada umumnya bukan malu kepada Allah SWT, tapi malah kepada sesama manusia. Menurutnya kalau sudah tidak ada rasa malu dalam diri, agama yang dipermalukan.

"Malu adalah bagian dari agama. Dengan kebijakan ini, Bupati Beltim mau menumbuhkan kesadaran beragama kepada masyarakat. Saya pikir ini kebijakan pertama di Bangka Belitung dan kami sangat mendukung," ujar Zayadi.

Ia juga menganggap hal ini sebagai godaan bagi para orang beriman yang berpuasa. Karena menurutnya ibadah puasa tidak hanya sebagai sarana belajar menahan makan dan minum, tapi juga menahan hawa nafsu.

Secara kehidupan sosial, tambahnya, kalau sudah dibiarkan begitu umat beragama selain muslim akan memperhitungkan dan menganggap ini sebagai bentuk toleransi karena menyangkut dengan kehidupan sosial bermasyarakat.

"Saya pikir ini terobosan baru walaupun nanti pasti ada pro kontra. Kalau selama ini kan tutup menutup ternyata itu tidak mengurangi mereka yang tidak berpuasa. Malah terkesan memfasilitasi mereka yang tidak berpuasa," kata Zayadi. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved