Breaking News:

RAHASIA Gigi Sehat Meski Tak Sikat Gigi Terungkap dari Fosil Tengkorak Warga Kota Dosa Ini

Ketika gunung Vesuvius meledak pada 79 Masehi, kematian menyerang warga Pompeii dalam sapuan debu, gas dan batu apung

Editor: Edi Yusmanto
Freepik
Ilustrasi 

POSBELITUNG.CO - Ketika gunung Vesuvius meledak pada 79 Masehi, kematian menyerang warga Pompeii dalam sapuan debu, gas dan batu apung.

Erupsi itu melestarikan jasad mereka, bersama dengan kota dan kebudayaannya yang terkenal, tapi pertanyaan masih mengitari hidup dan momen terakhir mereka.

Bagaimana kaum Pompeii hidup?

Dan bagaimana cara mereka meninggal?

Pengamatan baru dari gips plester yang tercipta oleh arkeolog di abad ke-19 mungkin membawa jawabannya.

Demikian pula dengan pola makan warga Pompeii, seperti dilaporkan oleh Adrienne LaFrance untuk The Atlantic.

Banyak korban terperangkap di ledakan itu terbunuh karena cedera kepala, mungkin dari puing-puing yang jatuh dari bangunan yang jatuh, menurut pindaian CAT berlapis-lapis.

Peneliti menggunakan teknik analisis imaji canggih untuk mempelajari 30 gips tubuh, yang terbuat dengan plester padat di awal 1800-an.

"Salah satu masalah yang dihadapi adalah kepadatan kapur yang digunakan dalam teknik gipsi," ujar pengawas Pompeii Massimo Osanna.

"Ini adalah kepadatan yang ditemukan mirip dengan tulang, sehingga kita perlu menggunakan teknologi CAT 16 lapisan."

Halaman
123
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved