Isu Reshuffle Kabinet, 6 Menteri Baru Jokowi Berpeluang Dipertahankan

Oleh karena itu, menurut Ray, kinerja seorang menteri baru bisa diukur minimal dalam kurun waktu setahun.

Tayang:
Editor: Kamri
TRIBUNNEWS/HO/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo memberikan ucapan selamat kepada Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif baru Sandiaga Uno (dua kiri), saat pelantikan menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/12/2020). Presiden melantik enam menteri untuk menggantikan posisi menteri lama (reshuffle) dan lima wakil menteri, diantaranya Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan, Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta M Lutfi sebagai Menteri Perdagangan. 

POS BELITUNG, JAKARTA - Pengamat politik Ray Rangkuti menilai menteri-menteri yang diisukan akan direshuffle kali ini, kemungkinan adalah menteri-menteri yang telah bekerja lebih dari setahun.

Oleh karena itu, menurut Ray, kinerja seorang menteri baru bisa diukur minimal dalam kurun waktu setahun.

"Ini artinya untuk menteri-menteri anyar yang diangkat pada Desember 2020 lalu posisinya aman dari reshufle," kata Ray saat dihubungi, Selasa (13/4/2021).

Baca juga: THR Wajib DIbayar, Ini Ketentuan Denda dan Sanksi Bagi Perusahaan yang Tak Bayar THR

Baca juga: Cuaca Ekstrem Dampak Bibit Siklon Tropis, Kemenhub Minta Waspada Berlayar 14-21 April 2021

Pada Desember 2020, Jokowi melantik enam menteri baru yakni, Tri Rismaharini sebagai Mensos, Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif, Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Yaqut Cholil Qomas sebagau Menag, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menkes dan M Lutfi Mendag.

Ray menilai, enam orang menteri baru itu berpeluang besar dipertahankan oleh Presiden Jokowi, karena masa jabatan mereka masih seumur jagung.

"Kalau dari aspek waktu, setidaknya nunggu satu tahun lah untuk ngukur kinerja," ujar Ray.

Ray menambahkan, Presiden Jokowi bukanlah tipikal pemimpin yang mengukur kinerja dalam waktu singkat.

"Dari aspek waktu itu terlalu cepat, karena belum sampe 3-4 bulan, itu bukan gayanya Pak Joko Widodo," jelasnya.

Menteri-menteri yang baru dilantik pada Desember 2020 itu juga telah menunjukkan gebrakan-gebrakan.

Ray mencontohkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Menurutnya, Trenggono telah berani melakukan gebrakan dengan melarang ekspor benih bening lobster, komoditas yang merupakan kekayaan alam Indonesia.

"Beliau sudah buat keputusan yang sekarang menarik kembali kebijakan ekspor benur. Itu cukup disambut khalayak," ujarnya

Trenggono pada Februari 2021, sempat mengungkap alasan rencana pelarangan ekspor benih bening lobster (BBL).

Trenggono menilai, benur merupakan kekayaan alam Indonesia. Selain itu, nilai tambah dari benur yang akan lebih menguntungkan bila diekspor bukan dalam bentuk benih, namun ketika sudah berukuran besar dan siap konsumsi.

Tak hanya itu, Trenggono melalui program terobosannya dinilai mampu mewujudkan mimpi Jokowi menjadikan laut sebagai salah satu sumber ekonomi Indonesia di masa depan.

Hal terlihat dari keberanian Trenggono memasang target Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Perikanan tangkap sebesar Rp12 triliun pada 2024, menggenjot perikanan budidaya, hingga memperhatikan kesejahteraan nelayan melalui jaminan hari tua.

Selain Trenggono, Menkes Budi Gunadi Sadikin juga dianggap telah melakukan gebrakan dengan menekan angka penularan covid-19, dan vaksinasi.

Ray juga mencatat menteri tersebut tergolong sosok menteri yang tidak bermasalah.

Ia tidak menemukan suatu peristiwa yang memungkinkan menteri-menteri yang baru dilantik pada Desember 2020 itu digeser.

"Yang memungkinkan untuk direshuffle itu kinerja, Tapi, Kalau kinerja gimana mengukurnya baru beberapa bulan," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com judul: Isu Reshuffle, 6 Menteri Baru Jokowi Dinilai dalam Posisi Aman

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved