Breaking News:

Pria Asal Australia Bunuh 51 Umat Islam Selandia Baru, Tak Mau Disebut Teroris, Minta Penjara Nyaman

Brenton Tarrant pria asal Australia menembaki 2 masjid di Christchurch, ketika umat islam melaksanakan Shalat Jumat, akibatnya 51 orang tewas 40 luka

(AFP PHOTO/POOL/JOHN KIRK-ANDERSON)
Teroris berkebangsaan Australia, Brenton Tarrant, hadir dalam sidang perdana vonis di Christchurh, Selandia Baru, pada 24 Agustus 2020. Tarrant, yang membunuh 51 Muslim dalam serangan 15 Maret 2019, tak menunjukkan emosi ketika mendengarkan sidang pembuka berisi detil kejahatannya. 

POSBELITUNG.CO, AUCKLAND,  -  Narapidana kasus pembunuhan 51 jamaah shalat jumat di Masjis Selandia Baru minta status terorisnya di kaji lagi.

Brenton Tarrant ketahui merupakan pelaku pembunuhan sadis.

Ia menembaki umat Islam Selandia Baru sedang shalat jumat di Masjid.

Akibat aksinya 51 orang tewas dan 40 orang terluka.

Brenton merupakan pendukung supremasi kulit putih

Dan ia mengaku bertanggung jawab atas insiden paling berdarah dalam sejarah "Negeri Kiwi".

Aksi kejamnya terjadi pada 15 Maret.

Dia menembaki dua masjid di Christchurch, ketika jemaah sedang melaksanakan Shalat Jumat.

Sebanyak 51 orang tewas dan 40 lainnya terluka.

Brenton Tarrant pun ditangkap ketika hendak menuju ke lokasi ketiga.

Halaman
123
Editor: Hendra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved