Breaking News:

'Sarang Ular' Bondowoso hingga Kisah Wasit Masuk Ruangan Aneh Ada Keris dan Tengkorak

Penampakan lubang yang mencurigakan itu awalnya adalah gundukan batu padas yang diselimuti tanah dekat rumahnya.

War History Online
ilustrasi foto 

"Sepertinya tulang itu bagian betis dan tengkorak kepala."

"Tulang-tulang itu saya kubur kembali di tempat pemakaman umum desa."

"Lalu, saya melaporkan temuan ini ke kepala dusun" pungkasnya. (nen)

Terbaru, ending penemuan dan nasib lubang yang ternyata merupakan ruangan di era megalitikum itu pun diketahui.

Ruangan yang ditemukan oleh Wasit itu adalah kubur bilik.

Penemuan kubur bilik di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso akhirnya kini menjadi situs baru yang didata oleh pihak pemerintah.

Penemuan kubur bilik itu semestinya jadi peluang bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Bondowoso untuk melakukan penelitian.

Sebab, di dalam kubur bilik itu ditemukan serpihan tulang yang ditengarai bagian betis dan tengkorak manusia.

Penelitian dilakukan guna menentukan usia tulang manusia, apakah berasal dari era megalitikum atau klasik ( Majapahit ).

Sementara itu, karena banyak ditemukan manik-manik dan gelang emas di dalam gerabah, budaya megalitikum di Bondowoso diperkirakan terus berjalan hingga zaman Majapahit.

Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso, Hery Kusdaryanto hingga kini belum ada penelitian mendalam terkait manusia megalitikum di Bondowoso.

Kebanyakan tulang manusia yang ditemukan di kubur bilik dalam kondisi hancur, tak utuh. Selain itu, warga minim pengetahuan dalam memperlakukan tulang itu.

Contoh kasus, telah terpegang oleh tangan, dikubur ulang, dan disimpan di tempat yang tak sesuai prosedur hingga rusak.

Adapula, dahulu banyak penggali liar yang mencuri peninggalan megalitikum.

Sehingga di dalam kubur bilik, sarkofagus, dan kubur lempeng batu tak ditemukan apa-apa alias kosongan.

"Gambaran masyarakat atau manusia megalitikum di Bondowoso belum diketahui pasti," katanya, Selasa (13/4/2021).

Proses identifikasi manusia megalitikum Bondowoso juga terkendala kondisi tulang tak utuh.

Sebab, jenis tanah di Bondowoso tak mendukung terjadinya proses pemfosilan.

"Peneliti Belanda sebenarnya pernah menemukan kerangka manusia di dalam peti kubur megalitikum di Bondowoso. Namun, kerangkanya tak tahu berada di mana dan belum diteliti arkeolog Indonesia," urainya.

Hery mengungkapkan, bila pihaknya ingin menemukan cagar budaya terutama peti kubur yang di dalamnya masih utuh. Mulai, kerangka hingga bekal kuburnya.

"Oleh karena itu, kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga cagar budaya di Bondowoso. Apabila menemukan benda cagar budaya diharapkan langsung melaporkan kepada kami," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Nasib Akhir 'Sarang Ular' Bondowoso, Kisah Wasit Malah Masuk Ruangan Aneh: Ada Keris dan Tengkorak

Editor: Edi Yusmanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved