Breaking News:

Ramadhan 2021

Masjid Nurul Fattah Belitung Replika Masjid Abu Dhabi

Tiga kubah warna coklat tampak menonlol di atas bangunan minimalis Masjid Nurul Fattah, di Jalan Patimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Bangunan Masjid Nurul Fattah, Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Tiga unit kubah warna coklat tampak menonlol di atas bangunan minimalis Masjid Nurul Fattah, di Jalan Patimura, Kelurahan Tanjung Pendam, Tanjungpandan. Satu kubah berukuran besar, dan dua sisanya lebih kecil dengan ukuran yang sama.

Bangunan ini, didominasi oleh warna krem kombinasi putih, hitam dan abu-abu. Pada bagian pagar Masjid ini menggunakan besi krom, dan lorong pintu Masjid ini dibuat sangat tinggi, serta berbentuk segitiga.

Dalam bangunan ini, terdapat berbagai fasilitas seperti televisi, AC dan infocus. Sedangkan di atasnya dihiasi kaligrafi dan lukisan langit di dalam kubah tersebut.

Masjid yang baru dibangun pada tahun 2017 ini, memiliki ukuran 12,5 meter kali 22,5 meter. Ukuran bangunan tersebut, bisa menampung 250 orang jemaah.

"Ini kami mencontoh bangunan timur, dan ini hampir sama dengan Masjid di Abu Dhabi. Kalau Masjid Abu Dhabi luasan 50 hektar, kami replikanya. Ya kami buat Masjid ini, karena ini jalur pariwisata," kata Ketua Masjid Nurul Fattah Rusdi Faisal (Ampai) kepada posbelitung.co, Kamis (15/4/2021).

Masjid ini kali pertama mulai dibangun bulan Januari 2017. Pembangunan Masjid ini, hanya 10 bulan dari target awal satu tahun. Anggaran awal pembuatan Masjid ini, membuka rekening sebesar Rp 5 juta.

Pengurus Masjid termotivasi membuat Masjid ini, lantaran bangunan dahulu sudah miris. Sebelum dibangun seperti sekarang, bangunan tersebut adalah Surau Al Fattah.

"Jadi anggaran awal itu hanya Rp5 juta, surau kami robohkan semua. Uang segitu, kami pasrah kepada Allah SWT, karena ini rumah Allah, jadi kami yakin ada jalan, dan alhamdulillah selesai," ucapnya.

Rumah Ibadah tersebut sudah ada sejak tahun 1952. Selama puluhan tahun itu, baru dua kali diperbaiki, dan terakhir pada tahun 2000.

Masjid Nurul Fattah diresmikan oleh Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem). Berbagai wisatawan dan masyarakat hingga pejabat, sering melakukan salat Jemaah di rumah ibadah ini.

"Rencana kedepan yang belum bisa terlaksana, kami ingin bangun kantor, ruang musafir. Ya karena bangunan terbatas, jadi dibuat ke atas," jelasnya.

Selama ramadhan, lanjut dia, di Masjid ini dipergunakan untuk pengajian, dan kegiatan keagamaan lain. Sedangkan untuk infaq Masjid, secara langsung direalisasikan kepada masyarakat.

"Jadi kami menyimpan di Bank, uangnya kami kelola sendiri, jadi setiap tahun kami rencana untuk masyarakat di area Masjid. Misal untuk keperluan sekolah, bantu warga sakit dan segala macam," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Eltjandring
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved