Breaking News:

Nama Sekjen Muhammadiyah Abdul Mu'ti Mencuat, Digadang Jadi Mendikbudristek

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan segera melantik menteri baru.

Editor: Fitriadi
Repro/Kompas TV
Sekjen PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti saat diwawancarai Kompas TV di Jakarta, Rabu (29/3/2017). 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan segera melantik menteri baru.

Ada dua menteri yang akan dilantik yakni, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi ( Mendikbud-Ristek ), dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM ).

Dua kementerian baru ini merupakan penggabungan dari dua kementerian sebelumnya.

Kabar akan adanya reshuffle kabinet ini diungkap Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin dalam cuitannya di akun Twitter @AliNgabalinNew, Rabu (14/4/2021).

"Presiden insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri DIKBUD/RISTEK (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM. adakah menteri"lain yg akan di lantik, kapan&siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden&kita tunggu," tulisnya.

Baca juga ---> Isu Reshuffle Kabinet, 6 Menteri Baru Jokowi Berpeluang Dipertahankan

Mengenai kementerian lain dan waktu pelantikan, Ngabalin tak menyebut lebih lanjut.

Ngabalin sebelumnya menyampaikan jika Jokowi akan melakukan reshuffle kabinet pada pekan ini.

Kemenristek dan Kemendikbud akan digabung, dan juga dibentuk Kementerian Investasi.

Pengamat politik dan ketatanegaraan, Agus Riwanto mengatakan, penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud akan berdampak pada reshuffle Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim.

"Itu kalau dilihat dari konteks nomenklatur, karena Nadiem Makarim diangkat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan," ujarnya kepada Tribunnews.com melalui sambungan telepon, Rabu (14/4/2021).

Baca juga ---> Jokowi Segera Reshuffle Kabinet, IPO Rilis 15 Nama Menteri yang Layak Diganti

Ia menyebut, Jokowi akan mempertimbangkan apakah Nadiem mampu pada bidang riset dan teknologi.

Menurutnya, Nadiem Makarim mempunyai dukungan politik yang cukup kuat.

Mendikbud Nadiem Makarim saat luncurkan empat kebijakan merdeka belajar dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta
Mendikbud Nadiem Makarim saat luncurkan empat kebijakan merdeka belajar dalam rapat koordinasi kebijakan pendidikan tinggi di Gedung D kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta (Kemendikbud)

Meski begitu, Nadiem tetap ada kemungkinan untuk di-reshuffle Jokowi.

"Kalau ada ristek, mungkin Pak Jokowi dan lingkaran Istana akan berpikir, mampu tidak dia pada riset dan teknologinya," ungkapnya.

"Tapi kalau dilihat dari aspek politiknya, Nadiem Makarim itu cukup kuat dukungan politiknya."

"Tapi kemungkinan untuk reshuffle ada, karena ada perubahan nomenklatur," jelas Agus.

Baca juga ---> Isu Reshuffle Kabinet, 6 Menteri Baru Jokowi Berpeluang Dipertahankan

Jokowi sebagai penentu apakah Nadiem masih layak menjadi menteri Kabinet Indonesia Maju atau tidak.

"Kalau melihat nomenklatur yang berubah, kalau ditambah ristek, harus menambah kemampuan profesionalitasnya lagi."

"Tergantung Jokowi apakah dia (Nadiem) mampu mengatasi pendidikan, kebudayaan, dan teknologi," katanya.

"Kalau dianggap mampu, ya tetap. Kalau dia hanya dianggap mampu sebagai Mendikbud, dan risteknya enggak mengerti ya akan diganti kelompok lain yang profesional tapi mendapat dukungan dari Muhammadiyah atau koalisi partai," beber Agus Riwanto.

Mengingat, sebelumnya Abdul Mu'ti sempat diisukan dipilih Jokowi untuk mendampingi Nadiem Makarim.

Sayangnya, Sekjen PP Muhammadiyah itu menolak posisi sebagai Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Abdul Mu'ti saat diwawancarai Kompas TV di Jakarta, Rabu (29/3/2017). (Repro/Kompas TV)
Abdul Mu'ti saat diwawancarai Kompas TV di Jakarta, Rabu (29/3/2017). (Repro/Kompas TV) 

"Dulu Abdul Mu'ti malah isunya dianggap sebagai wakil menterinya Nadiem Makarim."

"Tapi dia menolak karena posisinya hanya wakil menteri, enggak strategis," ungkap Agus.

Menurutnya, peluang Abdul Mu'ti menjadi Mendikbudristek tergantung pada langkah yang diambil Muhammadiyah.

Baca juga ---> Nama Moeldoko Disebut akan Direshuffle, Ini Nama-Nama Menteri yang Layak Diganti

"Mungkin kelompok Muhammadiyah bisa menyampaikan gagasan kalau itu diberikan pada Muhammadiyah," katanya.

"Muhammadiyah yang sudah ada di kantong Jokowi ya Abdul Mu'ti."

"Kalau Muhammadiyah berhasil melobi, bisa jadi Abdul Mu'ti," terang dia.

Namun, Agus menilai rekam jejak Abdul Mu'ti masih kurang dalam sektor teknologi.

"Tapi Abdul Mu'ti track record (rekam jejak) di bidang teknologinya memang tidak sekuat dugaan orang."

"Karena dia hanya pendidikan, apakah teknologinya juga menguasai," imbuhnya.

Berita terkait reshuffle kabinet

(Tribunnews.com/Nuryanti)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved