Breaking News:

Vaksin Nusantara Jadi Kontroversi, Tokoh Politik Ingin Jadi Relawan Meski BPOM Temukan Kejanggalan

Sejumlah tokoh politik dan anggota DPRD ramai-ramai ingin jadi relawan uji klinik vaksin yang disebut juga Vaksin Nusantara.

Freepik.com
Vaksin Sel Dendritik atau yang dikenal Vaksin Nusantara kembali menuai kontroversi.Foto hanya ilustrasi. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA -- Vaksin besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto kini ramai diperbincangkan.

Apalagi sejumlah tokoh politik dan anggota DPR hingga DPRD ramai-ramai ingin jadi relawan uji klinik vaksin yang dinamakan Vaksin Nusantara.

BPOM RI sendiri menemukan kejanggalan dalam penelitian dan pengembangan vaksin Nusantara.

Ya, Vaksin Sel Dendritik atau yang dikenal Vaksin Nusantara kembali menuai kontroversi.

Beberapa anggota DPR RI ingin menjadi relawan uji klinik meski BPOM RI menemukan kejanggalan Vaksin Nusantara.

Vaksin Nusantara diketahui belum bisa lanjut ke tahap uji klinis fase II oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Dokumen hasil pemeriksaan tim BPOM menunjukkan berbagai kejanggalan penelitian vaksin.

Misalnya tidak ada validasi dan standardisasi terhadap metode pengujian. Hasil penelitian pun berbeda-beda, dengan alat ukur yang tak sama.

Selain itu, produk vaksin tidak dibuat dalam kondisi steril. Catatan lain adalah antigen yang digunakan dalam penelitian tidak terjamin steril dan hanya boleh digunakan untuk riset laboratorium, bukan untuk manusia.

Tertulis dalam dokumen tersebut, BPOM menyatakan hasil penelitian tidak dapat diterima validitasnya.

Halaman
1234
Editor: Fitriadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved