Breaking News:

Berita Pangkalpinang

ASSPI Bangka Belitung Kembangkan Tiga Desa Wisata di Pulau Bangka, Berikan Pendampingan

Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bangka Belitung (Babel) berkunjung ke Kantor Disbudpar Babel, Kamis (15/4/2021) untuk menjalin silaturahm

(ist/kades bukit layang)
Air Terjun Rembang Bulay Desa Bukit Layang. 

POSBELITUNG.CO -- Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bangka Belitung (Babel) berkunjung ke Kantor Disbudpar Babel, Kamis (15/4/2021) untuk menjalin silaturahmi dan membahas mengenai potensi pariwisata di Bangka Belitung.

Pada pertemuan itu rencananya ASSPI Babel akan merangkul Desa Wisata Tukak, Desa Wisata Bukit Layang dan Desa Air Abik yang berada di Pulau  Bangka, untuk pendampingan sebagai desa wisata.

Rencana pendampingan desa wisata ini  diungkapkan oleh Toto Haribowo Wakil Ketua DPD ASPPI Babel,  Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Provinsi Bangka Belitung Syaifuddin saat berkunjung ke Kantor Disbudpar Babel, Kamis (15/4/2021).

Toto didampingi Andi Purwanto dari  Biro Hubungan Antar Lembaga dan Liena Ngoei dari Biro Usaha dan Dana.

Kadisbudpar Babel, Syaifuddin mengatakan menyambut baik untuk program pendampingan ini karena sesuai juga dengan program kerja mereka.

"Semoga kedepan akan bisa selalu bersinergi dengan ASPPI, agar desa-desa wisata semakin berkembang dan maju," ungkapnya dalam rilis dari Biro Humas dan Publikasi ASPPI Babel Riviani, yang diterima Bangkapos.com, Jumat (16/4/2021).

Pada silaturahmi tersebut Toto memaparkan potensi di Desa Tukak, Desa Bukit Layang dan Desa Air Abik.

Desa Tukak  berada di Kabupaten Bangka Selatan dulunya adalah desa wisata daur ulang, sekarang lebih terkenal karena hutan mangrovenya dan memiliki biodiversity yang luar biasa. Bahkan salah satu penghasil ikan selangat salah satu makanan khas Tukak.

Sedangkan Desa Wisata Bukit Layang memiliki potensi agro, perkebunan lada, karet, sawit, kebun duku dan duren milik masyarakat. Juga budidaya udang air tawar, keramba apung, proyek sawah basah.
Selain itu memiliki  hutan seru, hutan  pelawan.

Hasil utama udang satang, dan ekosistem buaya. Branding desa ini adalah udang satang dan buaya. Kebutuhan kedua desa wisata itu cukup banyak, antara lain pemandu wisata, homestay, promosi, marketing, kebersihan.

Halaman
12
Penulis: Rusmiadi
Editor: nurhayati
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved