Breaking News:

Berita Belitung

Klaim BPJS Kesehatan Kasus Covid-19 di RSUD H Marsidi Judono Capai Rp8 Miliar

Klaim BPJS Kesehatan kasus Covid-19 di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, sudah mencapai Rp8 miliar.

Posbelitung.co/BryanBimantoro
Direktur RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan dr Hendra, SpAn. 

POSBELITUNC.CO, BELITUNG - Klaim BPJS Kesehatan kasus Covid-19 di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung, sudah mencapai Rp8 miliar. Tagihan BPJS ini, terhitung dari bulan April 2020. Terakhir klaim dibayarkan Rp 1,8 miliar pada 2020 lalu.

Satu tahun belakang, ada sekitar 300 hingga 400 orang pasien di RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung menjalani perawatan. Mulai dari bergejala ringan, sedang hingga berat.

"Ya klaim itu masih banyak, satu tahun masih diproses, dan terhitung dari tahun 2020 lalu. Terakhir klaim dibayarkan Rp 1,8 miliar, itu pada tahun lalu," kata Direktur RSUD H Marsidi Judono Kabupaten Belitung dr Hendra kepada Posbelitung.co, Jumat (16/4/2021).

Selama ini, pasien covid-19 di RSUD H Marsidi Judono Belitung sepenuhnya ditanggung. Lantaran BPJS Kesehatan belum melunasi klaim RSUD, maka penanganan pasien tersebut menggunakan dana operasional atau dana kas RSUD.

Dana kas RSUD itu bersumber dari klaim BPJS, dan partikelir. Sehingga saling menitipi pengunaan dana tersebut.

"Kalau klaim sudah dibayarkan, baru ditutupi. Ya kalau pasien Covid-19 gejala ringan itu biayanya sekitar Rp3 juta hingga Rp4 juta satu episode (hingga selesai)," ucapnya.

Namun, kata dia, apabila pasien tersebut kategori gejala sedang, biaya dibutuhkan untuk pasien covid-19 Rp 5 juta hingga Rp 6 juta. Gejala berat, dan menggunakan regulator Rp 10 juta hingga belasan juta.

"Sampai sekarang kami menunggu proses nya, dan juknis nya sudah ada terbaru, jadi pada juknis itu enam bulan setelah pandemi covid-19 masih bisa diajukan," ujarnya.

Sedangkan pasien non covid-19, kata Hendra, hingga sekarang klaim BPJS kesehatan masih berjalan lancar. Terakhir BPJS kesehatan membayar klaim tersebut bulan Februari 2021 lalu.

Pengajuan klaim itu, biasa dilakukan satu bulan sebelum pembayaran. Apabila sudah diverifikasi, maka akan langsung dibayarkan dan pembayaran dilakukan maksimal tanggal 10 setiap bulan.

"Ya bisa disebut perbulan dibayarkan. Nah dominan kalau pasien umum ini, pasien rawat jalan penyakit, penyakit jantung, cuci darah. Kalau yang rawat inap itu jantung dan saraf," pungkasnya.

(Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Eltjandring
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved