Breaking News:

Lifestyle

Kurang Tidur Malam Hari Selama Puasa, Coba Pakai Cara Ini Menyiasatinya!

Tetapi jangan melakukan olahraga berat terlalu dekat dengan waktu tidur karena dapat membuat kita tetap terjaga.

Kurang Tidur Malam Hari Selama Puasa, Coba Pakai Cara Ini Menyiasatinya!
Grid.id
Karena waktu tidur malam berkurang untuk sahur, maka sebaiknya tidurlah lebih awal di malam hari.

POSBELITUNG.CO - Tidur merupakan bagian penting kesehatan mental karena berfungsi untuk memulihkan pikiran, memberi kita energi untuk menangani situasi kehidupan dan membantu kita mengelola emosi kita.

Kurang tidur dikaitkan dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi, depresi, stres, kekhawatiran, pemikiran yang lebih buruk, salah pengambilan keputusan, kurangnya penilaian, dan secara keseluruhan, mekanisme penanganan yang buruk terhadap stres.

Dengan dimulainya Ramadan, banyak orang mengaitkan bulan suci ini dengan makan larut malam yang mengubah gaya hidup.

Akibatnya, seseorang menghadapi kurang tidur pada malam hari. Semua ini menyebabkan kemalasan, kantuk, dan perubahan suasana hati di siang hari.

Bahkan beberapa orang mengaku, ketika di bulan Ramadan, mengalami insomnia. Padahal tidak seharusnya terjadi.

Lantas, apa itu insomnia? Pada dasarnya kita dapat mendefinisikan insomnia sebagai ketidakmampuan untuk tertidur atau tetap tertidur.

Kata ini juga digunakan untuk menggambarkan kondisi bangun yang tidak merasa pulih atau segar. Insomnia merupakan keluhan tidur yang paling umum di antara orang-orang.

Bisa akut, berlangsung satu sampai beberapa malam, atau kronis, bahkan berlangsung berbulan-bulan sampai bertahun-tahun.

Selama Ramadan, orang lebih sering mengalami insomnia kronis, yang berarti sulit tidur selama beberapa malam, diikuti dengan tidur yang cukup beberapa malam sebelum masalahnya kembali.

Idealnya, manusia dewasa membutuhkan 6-8 jam waktu tidur. Namun, bulan Ramadan bisa membuat orang mengurangi jatah tidur karena harus bangun dini hari untuk menjalankan sahur.

Namun, bukan berarti kita tak bisa menyiasatinya. Menurut American Psychiatric Association, dikutip dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency (07/04/2021), kita bisa memaksimalkan waktu tidur di bulan Ramadan dengan cara berikut;

1. Prioritaskan tidur

Jika jam tidur tiba, segera tinggalkan semua kesibukan. Hikmah dari pandemi Covid-19 adalah kita lebih banyak waktu tinggal di rumah sehingga buka puasa bersama yang biasanya sibuk mengisi agenda kita, bisa hilang dan buka puasa bersama di rumah membuat kita bisa lebih cepat tidur.

Terpenuhinya waktu tidur membuat daya tahan tubuh, konsentrasi dan performa kerja akan maksimal.

Halaman
123
Editor: Rusaidah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved