Breaking News:

Ramadhan 2021

Masjid AT-Taubah Belitung, Bangunannya Berarsitektur Nusantara, Sudah Ada Sejak Tahun 1967 Silam

Terdapat dua kubah berbahan seng, satu berukuran besar, satu lagi berukuran kecil. Bangunan cukup megah itu, berdinding putih dan coklat. Bagian atap

posbelitung.co
Masjid AT-Taubah, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan Belitung. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Terdapat dua kubah berbahan seng, satu berukuran besar, satu lagi berukuran kecil. Bangunan cukup megah itu, berdinding putih dan coklat. Bagian atap, arsitektur tersusun tiga.

Teras keliling bangunan ini, berukuran sekitar tiga meter. Secara keseluruhan lantai tempat ini menggunakan tegel. Bagian dalam terdapat dua tiang berukuran besar warna hijau. Terdapat dua kaligrafi berukiran emas.

Begitulah sepintas arsitektur bangunan Masjid AT-Taubah. Masjid terletak di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Pangkallalang, Tanjungpandan, Belitung ini sudah ada sejak Tahun 1967 silam.

Saat itu, rumah ibadah ini hanya Musholla AT -Taubah berdesain semi permanen, ukuran enam kali enam meter. Bangunan tersebut lantas dirobohkan pada Tahun 1990, dan berubah menjadi masjid.

Tepat pada Tanggal 17 Agustus 1990, masjid ini mulai dibangun dan hingga sekarang baru dua kali dilakukan rehab atau perbaikan bangunan.

"Dulu waktu musala bantuan Pemerintah. Nah setelah berjalan beberapa tahun, baru di robohkan dan dibangun ulang menjadi Masjid pada Tahun 1990," kata Ketua Pengurus Masjid AT-Taubah Supono kepada Posbelitung.co, Jumat (16/4/2021).

Bangunan induk masjid ini, berukuran 12 kali 12 meter. Apabila tidak menjaga jarak, saat menunaikan salat, bisa menampung sekitar 30 orang Jamaah.

Berbagai kegiatan Umat Muslim sering dilakukan. Namun lantaran Pandemi Covid-19, kegiatan seperti pengajian dan tadarusan tidak dilaksanakan.

"Hanya tarawih dan salat wajib saja pada bulan ramadan ini. Kalau tidak pandemi, biasa tadarusan setelah tarawih. Termasuk TPA kalau Bulan Ramadan libur, kalau tidak ramadan Senin dan Kamis," jelasnya.

Dalam segi pengelolaan infaq, Pengurus Masjid AT-Taubah setiap bulan menyalurkan bantuan kepada anak yatim dan fakir miskin yang ada di seputaran masjid.

"Itu ada berupa barang, dan ada berupa uang tunai. Nah itu setiap bulan kami salurkan, melihat kondisi infaq juga, kalau misalkan banyak, penyaluran ke anak yatim dan fakir miskin bersamaan, tapi kalau seadanya, bergantian setiap bulan," jelasnya.

Bangunan Masjid AT-Taubah ini, berbeda dibanding arsitektur masjid pada umum sekarang, menyerupai bangunan masjid di Timur Tengah. Khusus untuk Masjid AT-Taubah, mempertahankan bangunan Masjid Nusantara.

"Rencana pengembangan lebih besar lagi ada, hanya kami ini ingin membuat yayasan dulu. Kalau sudah itu, baru rencana nanti ditambah hingga ke parkir," tegasnya. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved