Breaking News:

Berita Belitung

20 Tahun Jadi Penjual Kue Keliling, Jadi Nasabah BRI, Kini Nek Bayot Miliki Kios di Pasar Manggis

Rubiaya atau dikenal dengan nama Nek Bayot, 20 tahun lebih menjadi pedagang kue keliling, kue pancong atau kue pukis menjadi andalannya.

Dok/Posbelitung.co
Dialog Ruang Kita bersama nasabah Bank BRI Nek Bayut dan juga Mantri BRI Unit Simpang Membalong. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Rubiaya atau dikenal dengan nama Nek Bayot, 20 tahun lebih menjadi pedagang kue keliling, kue pancong atau kue pukis menjadi andalannya.

Dari hasil jualannya Nek Bayot bisa menyekolahkan tiga orang anaknya hingga tamat SMA, keuletan wanita yang juga nasabah Bank BRI Itu, kini Nek Bayot sudah punya Kios Permanen di Pasar Manggis. 

Tak hanya makanan yang dibuatnya sendiri,  ada juga jajanan yang dititipkan oleh rekannya kepada Nek Bayot untuk didagangkan kembali olehnya.

Makanan yang dijualnya setiap hari selalu berbeda, diantaranya, keroket, kelepon, pepes, dan bakwan.

"Saya jualan sudah 20 tahunan. sambil jualan kadang pembeli juga ada mesan, itu waktu tinggal di kepayang dulu. Jalan makanan pagi sambil jualan kue," ujar Nek Bayot, Jumat (16/4/2021).

Dia mengaku saat masih tinggal di Kepayang dia mampu memproduksi kue pancung atau kue pukis sebanyak 500 biji. 

Sedangkan putra sulungnya setiap hari dibekalinya kue sebanyak 50 biji untuk dijual, uang hasil jualan kue jtulah yang dipakai untuk kebutuhan sekolah.

"Waktu anak saya masih usia SMP dan SMA, saya bekali kue 50 biji sehari untuk itu dititipkan, jadi uang dari hasil jualan itulah yang dipakainya untuk sekolah hingga tamat SMA, itu anak pertama," ungkap Nek Bayot.

Awal mula kenal dengan Bank BRI nek Bayut juga memiliki kisah unik. Dia ditawari oleh besannya. 

Saat itu BRU menawari besannya, yang menyampaikan ke Nek Bayut, saat itu pun karena nek bayut seorang pedagang langsung mengiyakan atas ijin suaminya.

"Saat itu angsuran 500 ribu perbulan selama dua tahun, jadi saya lah yang nyetor atas nama besan karena saya yang pinjam. Pinjam ke dua setelah lunas. Saya baru disarankan agar membuat pakai nama sendiri, saat itu 10 juta, naik 20 juta hingga saat ini sudah dipercaya 60 juta," ungkap Nek Bayot.

Arif Hidayat Budiawan, Mantri BRI Unit Simpang Membalong, yang meliputi wilayah kerja bulu tumbang, Badau dan Ibul, mengatakan mayoritas  untuk nasabah di Ibul dan Badau adalah berkebun, toko, kelontong dan UMKM.

Dia mengatakan, dengan adanya nasabah yang setia seperti nek Bayot, alhadulillah juga memberikan dampak positif kepada Nek bayotnya sendiri misalnya usahnya semakin maju dan kini sudah bisa membuka lapaknya sendiri di pasar Manggis.

"Kami mantri BRI sendiri bila sudah ada nasabah  yang memiliki lapak, kami menitip brosur di lapak nasabah. Jadi kami harus jemput bola. Apa lagi di era pandemi memang agak menurun," kata Arif. (Posbelitung.co/Suharli)

Penulis: Suharli
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved