Breaking News:

Berita Belitung Timur

PPNI Belitung Timur Kutuk Keras Peristiwa Penganiayaan Perawat di Palembang

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Belitung Timur mengutuk keras peristiwa penganiayaan terhadap perawat

Ist.pribadi
Ketua PPNI Belitung Timur Ns Ardo Harvianza. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Belitung Timur mengutuk keras peristiwa penganiayaan terhadap perawat yang terjadi di sebuah rumah sakit di Palembang belum lama ini.

Ketua PPNI Belitung Timur Ns Ardo Harvianza menegaskan pasien dan keluarga tidak bisa main hakim sendiri seperti dalam peristiwa tersebut karena setiap pekerja medis dilindungi oleh UU dalam bekerja.

"Kami merasa terpukul ada sejawat kami yang diperlakukan seperti itu. Apalagi di tengah kondisi pandemi yang juga sudah berat bagi kami," ujar Ns Ardo saat dihubungi posbelitung.co, Minggu (18/4/2021).

Ns Ardo mengatakan agar kejadian itu tidak terulang, utamanya di Belitung Timur, perawat harus terus mengedukasi pasien dan keluarga atas setiap tindakan yang akan dilakukan. Hal ini supaya kesalahpahaman bisa dihindari dan kasus semacam itu tidak terjadi di Belitung Timur.

Ia menjelaskan kasus di Palembang itu adalah karena tidak pahamnya pasien dan keluarga atas tindakan perawat saat pemasangan infus. Ns Ardo menilai setiap perawat juga wajib meningkatkan kompetensinya menjelaskan kepada pasien sebelum tindakan medis dilakukan.

"Perawat juga harus menjalankan informed consent yaitu pemberian edukasi kepada pasien mengenai prosedur tindakan, dampak yang timbul setelah tindakan, dan penjelasan lainnya," ujarnya.

Bagi pasien dan keluarga yang tidak tahu soal tindakan medis lebih baik bertanya dulu. Ns Ardo mengatakan setiap rumah sakit ada pelayanan pengaduan yang bisa digunakan dalam menyampaikan ketidakpuasan terhadap tindakan medis. Jadi setiap protes bisa langsung disampaikan ke bidang tersebut, tidak main hakim sendiri.

Ia berpesan kepada seluruh perawat di Belitung Timur agar tetap kompak dan menjaga kesehatan di tengah pandemi covid-19 ini. Ia ingin setiap perawat di Belitung Timur selalu menjalankan SOP yang sesuai dengan kompetensi.

"Semoga kekerasan terhadap tenaga kesehatan tidak terjadi lagi. Semoga perawat di Indonesia terus semangat dalam memberikan pelayanan terbaik bagi pasien," harap Ns Ardo. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved