Breaking News:

Berita Belitung

Pembayaran Nakes dan Non Nakes Covid-19 Tahun 2021 Dibebankan Pada APBD Pemda, Masih Diusulkan

Insentif tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan yang menangani pasien Covid-19 pada tahun 2021 belum dibayarkan.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Tenaga medis saat menyiapkan vaksin Sinovac Covid-19 saat vaksinasi di RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan, Sabtu (16/1/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Insentif tenaga kesehatan (nakes) dan non nakes RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan yang menangani pasien Covid-19 pada tahun 2021 belum dibayarkan.

Hal ini dikarenakan adanya perubahan aturan tentang mekanisme pembayaran yang dibebankan pada APBD pemerintah daerah setelah dilakukan refocussing.

Sedangkan tahun 2020 dibayarkan oleh Kementerian Kesehatan diverifikasi PPK Dinas Kesehatan yang ditunjuk dan pembayaran langsung ditransfer ke rekening penerima.

Perubahan mekanisme tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/4239/2021 Tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian Bagi Tenaga Kesehatan yang menangani Covid-19.

"Kami sudah melaksanakan rapat dengan BPKAD untuk menyusun rencana kegiatan pembayaran insentif ini. Itu sudah kami sampaikan tapi masih menunggu keputusan TPAD," ujar Kabag TU RSUD Marsidi Judono Tanjungpandan Ika Harniati kepada posbelitung.co , Senin (19/4/2021).

Ia menjelaskan jumlah nakes yang terlibat penanganan Covid-19 di RSUD per April 2021 sebanyak 327 orang.

Namun khusus nakes tersebut harus memenuhi beberapa kriteria seperti usia, tidak mengidap penyakit komorbid, tidak hamil dan menyusui.

Kemudian di luar nakes, RSUD juga mengusulkan petugas non medis yang terlibat penanganan Covid-19 berjumlah 163 orang.

Menurut Ika petugas non nakes tersebut meliputi cleaning service, petugas sanitasi, pemulasaran jenazah, laundry, petugas IPRS dan sopir ambulance.

"Jadi mereka juga kami usulkan di tahun 2021 ini. Cuman bedanya pada tahun 2020 kemarin, pembayaran insentif non medis disetujui TPAD dibayarkan melalui dana tanggap darurat (DTT)," ungkapnya.

Ia menambahkan untuk besaran insentif yang dibayarkan kepada nakes dan non nakes bervariasi.

Berdasarkan data, insentif dokter spesialis Rp 15 juta, dokter umum Rp 10 juta, perawat atau biidan Rp 7,5 juta, tenaga kesehatan lainnya Rp 5 juta dengan catatan besaran insentif diberikan sesuai jumlah hari pelayanan dan non nakes Rp 90 ribu dihitung setiap shift.

"Kalau besaran insentif 2021 ini sama dengan tahun 2020 karena kami mengikuti hasil audit BPK," katanya.

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved