WIKI BELITUNG

Geosite Bukit Peramun, Pesona Keanekaragaman Hayati dan Kecanggihan Hutan Digital

Bukit Peramun menjadi satu dari sekian geosite yang termasuk dalam Geopark Belitung.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bukit Peramun menjadi satu dari sekian geosite yang termasuk dalam Geopark Belitung. Destinasi ini terletak di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk yakni 19 kilometer dari Tanjungpandan, ibu kota Kabupaten Belitung atau 22 kilometer dari Bandara HAS Hanandjoeddin. 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG --  Bukit Peramun menjadi satu dari sekian geosite yang termasuk dalam Geopark Belitung.

Destinasi ini terletak di Desa Air Selumar, Kecamatan Sijuk yakni 19 kilometer dari Tanjungpandan, ibu kota Kabupaten Belitung atau 22 kilometer dari Bandara HAS Hanandjoeddin.

Berdasarkan laman belitonggeopark.net, nama Peramun berarti ramuan.

Hal ini disebabkan karena melimpahnya tumbuhan obat serta dipercaya ampuh memulihkan penyakit malaria, diabetes, dan lainnya.

Mengulik tentang potensi Bukit Peramun, objek yang dikelola kelompok masyarakat yakni HKm Juru Seberang ini memiliki pesona tersendiri.

Di kawasan seluas 115 hektare, pelancong bisa mencoba naik ke puncak bukit yang menyuguhkan panorama hutan yang terjaga kelestariannya.

Pohon-pohon besar nan tinggi, nuansa sejuk terasa dari rimbunnya pepohonan, hingga suara serangga terdengar selama mendaki ke puncak.

Satu di antara daya tarik Bukit Peramun yakni adanya batuan granit raksasa yang berada di tengah hutan. Misalnya spot batu kembar yang kerap menjadi persinggahan pengunjung sebelum sampai ke puncak bukit.

Ada pula beberapa spot foto yang disediakan pengelola, seperti spot foto mobil terbang dan gardu pandang.

Butuh sekitar 30 menit mendaki bukit hingga sampai di puncaknya.

Ketika tiba suguhan lanskap alam terlihat menawan. Ketika datang sekitar awal tahun, pengunjung bisa menyaksikan daun-daun muda pepohonan yang berwarna cerah.

Melihat Tarsius

Tarsius di Bukit Peramun.
Tarsius di Bukit Peramun. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Selain menawarkan keindahan alam, ada aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Bukit Peramun yakni mengintip primata terkecil di dunia, tarsius atau dalam bahasa lokal disebut pelili'an.

Melihat tarsius bisa dilakukan mulai dari matahari terbenam. Ada trik khusus dalam mencari tarsius, lampu senter yang digunakan harus redup yang menurut Ketua Arsel Community Adong tak membuat hewan tersebut kabur.

Halaman
123
Sumber: Pos Belitung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved