Breaking News:

Berita Belitung Timur

Polisi Amankan Koordinator Illegal Logging di Gantung, Pistol Rakitan dan Keris Berhasil Diamankan

Lelaki berinisial TK (37) diamankan Satreskrim Polres Belitung Timur karena memiliki senjata tajam berupa keris dan senjata api berupa pistol

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kepala Unit Pidana Umum Reskrim Polres Beltim Ipda Dedi Irmawan saat menunjukkan barang bukti berupa pistol dan keris, Rabu (21/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Lelaki berinisial TK (37) diamankan Satreskrim Polres Belitung Timur karena memiliki senjata tajam berupa keris dan senjata api berupa pistol rakitan. TK juga diketahui merupakan koordinator dari aksi illegal logging atau pembalakan liar yang terjadi di Hutan Pemurnian Meranti Desa Lilangan, Gantung.

Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Deddy Nuary mengatakan hal ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan setelah menahan tiga orang saat penggerebekan kemarin Selasa (20/4/2021). Dari tiga orang tersebut, lanjutnya, didapatkan informasi bahwa TK yang menjadi koordinatornya.

"Kami langsung ke rumahnya di Selinsing, Gantung. Saat digeledah kami temukan satu pucuk senpi rakitan jenis revolver warna silver yang dibungkus dalam kain dan disimpan di lemari beserta empat peluru tajam kaliber 5,56. Selain itu kami juga temukan satu keris," ungkap AKP Deddy saat ditemui pewarta di ruang kerjanya, Rabu (21/4/2021).

AKP Deddy mengatakan saat ini TK masih menjalani pemeriksaan mendalam terkait dengan asal senjata sampai penyalahgunaannya.

"Pemakaian senjata oleh orang tak bertanggungjawab sangat berbahaya. Bisa menimbulkan ketidakstabilan keamanan dan menimbulkan konflik yang lebih luas. Makanya kami amankan beserta dengan pelaku illegal logging lainnya," kata dia.

Dia bilang pengembangan kasus illegal loging ini bakal terus dilakukan mengingat sudah banyak kerusakan yang terjadi di hutan pemurnian tersebut.

Menurutnya kasus ini harus diperjuangkan bersama karena sudah sangat menyedihkan. Dia mengatakan butuh langkah-langkah pencegahan secara terstruktur lintas sektoral untuk membahas hal ini.

"Ke depan hal ini harus dibahas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait. Karena di dalam itu diketahui ada puluhan KK. Jadi mereka ini harus dipindahkan dari sana karena itu hutan negara. Bisa-bisa jadi tersangka semua mereka," kata Kasat Reskrim.

Ia berharap mendapat dukungan dari masyarakat atas kasus ini karena ia berkomitmen akan membereskan kasus ini. Hal itu supaya keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga.

"Hutan adalah sumber oksigen kita sebagai manusia. Lingkungan hidup terjaga dengan baik itu target saya ke depan," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan Satreskrim Polres Belitung Timur sudah mengamankan tiga terduga pelaku pembalakan liar yaitu S (30), MU (31), dan SS (28). Jadi sampai hari ini polisi sudah berhasil menahan empat orang terduga pelaku kasus pembalakan liar.

Polisi akan menjeratkan mereka pasal 82 ayat (1) huruf b dan c Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

"Khusus TK bakal dikenakan pasal tambahan yaitu pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang mengusai, menyimpan senjata api, amunisi, dan menguasai, menyimpan senjata tajam tanpa izin dengan ancaman penjara 20 tahun," kata AKP Deddy.
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved