Breaking News:

Berita Bangka

Andry Sukses Wujudkan Desa Bukit Layang jadi Desa Wisata Agro, ASPPI Bangka Belitung Berikan Support

Kepala Desa Bukit Layang, Andry  bersyukur bisa mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Wisata Agro dari Bupati Bangka.

Penulis: Rusmiadi
Editor: nurhayati
(Dok/ASPPI Babel)
Perkebunan pepaya di Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Bangka 

POSBELITUNG.CO --  Kepala Desa Bukit Layang, Andry  bersyukur bisa mendapatkan Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Wisata Agro dari Bupati Bangka.

SK sebagai desa wisata ini diberikan Pemkab Bangka karena kegigihan dan keuletannya  melihat potensi wisata, budaya, pertanian yang ada Desa Bukit Layang, Kecamatan Bakam, Kabupaten Bangka.

Penyerahan SK dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangka Arman, didampingi Kepala Bidang Destinasi, Burhanudin, di kantor Disbudpar Bangka, Kamis (22/4/2021).

"Ini bukan pencapaian, tetapi awal dari tekad dan kesungguhan kami untuk mewujudkan Bukit
Layang sebagai salah satu tujuan wisata di Pulau Bangka, " ungkap Andry dalam rilis yang diterima Bangka Pos dari Biro Humas dan Publikasi  Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Bangka Belitung (Babel) Riviani.

Andry menyakini dengan dukungan masyarakat desa, Disbudpar Bangka dan didampingi Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Babel, Desa Bukit Layang akan berkembang.

Penyerahan Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Wisata Agro dari Bupati Bangka
Penyerahan Surat Keputusan (SK) sebagai Desa Wisata Agro dari Bupati Bangka (Dok/ASPPI Babel)

Desa Bukit Layang sejak pasca timah berkembang dengan pertanian dan  perkebunan. Ada pepaya California, karet, lada, duku dan durian.

Sementara potensi wisata alam dan hutan seperti air terjun, eks tambang timah, hutan pelawan, rotan, pasak bumi, harus dipoles lagi agar menarik perhatian wisatawan.

"Sungai Layang ekosistem udang satang dan merupakan salah satu urat nadi perokonomian di kampung ini. Potensi alam dan hutan hanya butuh polesan agar menarik hati wisatawan, " ujar Toto Haribowo Wakil Ketua ASPPI Babel.

Menurut Toto, desa yang pernah menjadi tempat perundingan pahlawan nasional Depati Amir dengan pihak Belanda ini menyimpan berbagai keunikan.

"Di sini ada Kampung Cungfo. Kehidupannya sangat Bhineka Tunggal Ika," kata Toto.

Kampung Cungfo adalah kampung yg didiami oleh warga keturunan Tionghoa, Melayu, Jawa, Flores. Rumah ibadah seperti masjid , gereja, klenteng letaknya  berdekatan.

Andry berharap Desa Wisata Agro Bukit Layang akan menjadi  pilihan wisatawan. Dia sangat menantikan  support dari para pelaku dan profesional pariwisata.

Juga kolaborasi dengan stakeholders sangat diperlukan dalam mendampingi masyarakat yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat desa dengan tetap menjaga kearifan lokalnya.

(Bangkapos.com/Rilis/Rusmiadi)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved