Breaking News:

Berita Kriminal

Kalapas Tanjungpandan Tegaskan Oknum Pemalsu Ijazah Bukan Petugas Lapas, Begini Katanya  

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjungpandan Belitung, Romiwin Hutasoit, Kamis (22/4/2021) menegaskan, bahwa oknum yang dimaksud

istimewa
Kalapas Kelas IIB Tanjungpandan Romiwin Hutasoit bertemu dengan Sekdindikbud Kabupaten Belitung Juhri, Rabu (21/4/2021). (Ist/dok Lapas Kelas IIB Tanjungpandan) 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Tanjungpandan Belitung, Romiwin Hutasoit, Kamis (22/4/2021) menegaskan, bahwa oknum yang dimaksud Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung bukan pegawai Lapas maupun pengurus PKBM Pengayoman Belitung.

Menurutnya pengurus PKBM Pengayoman telah dibentuk melalui SK Kalapas dan semuanya merupakan petugas di Lapas Kelas IIB Tanjungpandan.

Oleh sebab itu dirinya sangat menyesalkan ulah oknum yang mencoreng nama baik PKBM Pengayoman Belitung dan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan karena melakukan penipuan kepada masyarakat.

"Untuk diketahui sejak 10 Maret 2020, kepengurusan PKBM Pengayoman Belitung yang diketuai oleh Kasi Binapi Giatja pada saat itu Heri sudah dibekukan kegiatannya. Saya juga minta agar segera diselesaikan permasalahan baik terkait bantuan melalui APBN, APBD maupun masalah isu pungli jual beli ijazah tersebut," tegas Kalapas melalui siaran rilis Lapas Kelas IIB Tanjungpandan, Rabu (21/4/2021).

Ia menambahkan agar program pembinaan pendidikan melalui PKBM Pengayoman tetap berjalan bagi WBP maka dibentuklah kepengurusan baru yang diketuai oleh Endang Meidiansyah, Yovie Agustian Putra sebagai Sekretaris dan Ghozali sebagai Bendahara.

Selain menjalankan program pembinaan, mereka juga ditugaskan untuk menyelesaikan persoalan ijazah warga belajar yang masih tertahan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belitung dikarenakan data yang tidak valid.

Kemudian, terkait adanya laporan pengaduan ke Polres Belitung, Romiwin menyerahkan sepenuhnya dengan aparat untuk penyelesaian prosea hukumnya.

Bahkan dirinya menyarankan jika masih terdapat korban lainnya untuk segera melapor kepada pihak kepolisian sebab sudah masuk tindak pidana.

"Kami tidak bisa bertanggung jawab, karena yang berwenang mengeluarkan ijazah adalah Dindikbud Kabupaten Belitung melalui proses verifikasi. Kalau ada unsur pidana maka kewenangan kepolisian untuk melakukan penyelidikan maupun Penyidikan. Kami berharap Polres Belitung bisa segera mengungkap Kasus ini hingga tuntas, siapa saja yang terlibat agar di proses secara hukum," tegas Kalapas

Sementara itu Kasubsi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas IIB Tanjungpandan Endang Meidiansyah sekaligus Ketua Pengurus PKBM Pengayoman Belitung menjelaskan bahwa dirinya didampingi Sekretaris PKBM Pengayoman Belitung Yovie Agustian Putra  telah memberikan keterangan di Polres Belitung pada Selasa (20/4/2021) malam terkait keabsahan dari Ijazah Paket B dan C yang diduga palsu tersebut.

Halaman
12
Penulis: Dede Suhendar
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved