Breaking News:

Modus Penyidik KPK Peras Wali Kota Tanjungbalai Rp 1,5 Miliar, Janji Hentikan Kasus M Syahrial

Kasus dugaan pemerasan oleh penyidik KPK ini dinilai tidak hanya memalukan tetapi membuat kepercayaan publik pada lembaga antirasuah menjadi runtuh.

kompas.com
logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK. 

POSBELITUNG.CO, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang disorot terkait kasus dugaan pemerasan terharap Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial.

Penyidik yang ketahuan melakukan pemerasan uang senilai Rp 1,5 miliar itu merupakan anggota Polri.

Kini pelaku berinisial AKP SR sudah ditangkap oleh Propam Polri.

Kasus ini dinilai tidak hanya memalukan tetapi membuat kepercayaan publik pada lembaga antirasuah menjadi runtuh.

“Ini juga menjadi fenomena baru, ada dekadensi kemerosotan moral di kalangan oknum lembaga antirasuah tersebut,” ujar Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (21/4/2021).

Baca juga --> Mencuri 2 Kg Emas, Oknum Pegawai KPK Dipecat dengan Tidak Hormat, Ngaku Punya Banyak Hutang

Kasus pemerasan ini, kata Neta, tidak boleh ditolerir.

Bahkan jika terbukti pelaku harus dijatuhi hukuman mati.

“Sebab apa yang dilakukan oknum polisi SR berpangkat ajun komisaris polisi (AKP) itu membuat kepercayaan publik pada KPK menjadi runtuh.”

“Padahal selama ini harapan publik satu satunya dalam pemberantasan korupsi hanyalah KPK. Sedangkan pada polri maupun kejaksaan publik sudah kehilangan kepercayaan,” jelasnya.

Namun dengan adanya kasus dugaan pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai, dia menjelaskan, publik pun akan gampang menuding bahwa KPK tak ada bedanya dengan polisi maupun kejaksaan.

Halaman
1234
Editor: Fitriadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved