Breaking News:

Berita Belitung

Vaksinasi Terhenti di Tengah Bertambahnya Kasus Covid-19, Distribusi Vaksin Belum Sampai

Pada Kamis (22/4/2021) halaman Puskesmas Tanjungpandan lengang.Hanya ada kendaraan yang terparkir.

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Suasana di depan Puskesmas Tanjungpandan, Jalan Rahat, Tanjungpandan, Kamis (22/4/2021). 

"Yang pertama disuntik sudah nggak kebal lagi, kita kan gak tahu ini kebalnya berapa lama. Kami yang disuntik Januari berapa lama bertahan, penelitian baru bilang satu tahun, berarti tahun depan harus suntik lagi kalau gitu. Harusnya tahun ini pemerintah pusat fokus lah," jelas Ikhwan.

Ikhwan mengharap agar vaksinasi Covid-19 bisa usai dalam periode Januari 2021-Januari 2022. Namun melihat kondisi saat ini ia pesimistis.

"Tapi kalau lihat begini, empat bulan, bisa-bisa hitungannya kami April 2022 belum selesai, dengan jumlah masyarakat yang ada. Masyarakat Indonesia aja baru 11 juta, penduduk sudah ratusan juta. Kami vaksin harus dua kali.  Kalau kami (sasaran vaksinasi) 45 ribu, berarti harus ada 90 ribuan vaksin. Ini baru dua ribuan, masih jauh," ungkapnya.

Di tengah meningkatnya kasus Covid-19 serta penambahan kasus meninggal dunia, kata dia, akan turut berdampak terhadap berbagai sektor.

Meski vaksin bukan menjadi satu-satunya solusi, namun vaksinasi memberikan harapan dan kepercayaan masyarakat bahwa secara medis diyakinkan ada kekebalan, meskipun penyakit Covid-19 masih tetap ada.

"TB tidak hilang sudah ribuan tahun, tapi kita tidak lagi khawatir adanya ledakan kasus, begitu juga polio, pertusis atau batuk rejan juga tidak khawatir karena hampir semua anak-anak divaksinasi dari bayi. Tidak jadi masalah kesehatan masyarakat lagi. Saya yakin kalau vaksin ini bisa berjalan, Covid tetap ada tapi tidak lagi mengkhawatirkan," harap Ikhwan. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved