Breaking News:

Biodata Stepanus Robin Pattuju Penyidik KPK Peras Walikota, Ranking 5 Akpol, Nilai di Atas Rata-rata

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, hasil tes rekrutmen Stepanus Robin Pattuju sejak 1 April 2019 itu memiliki nilai di atas rata-rata.

Humas KPK
Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju mengenakan rompi oranye saat digiring petugas KPK terkait kasus pemerasan terhadap Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. 

POSBELITUNG.CO< JAKARTA - Penyidik KPK AKP Stefanus Robin Pattuju ditahan terkait kasus dugaan pemerasan dan penerimaan suap terkait penyidikan kasus korupsi Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Penyidik KPK yang berasal dari kepolisian tersebut diduga menerima suap dari Wali Kota TanjungbBalai, HM Syahrizal senilai Rp 1,5 miliar.

Penelusuran Tribun, AKP Stepanus Robin alias AKP SR baru satu setengah tahun menjadi penyidik di KPK.

Ketua KPK Firli Bahuri mengungkapkan, hasil tes rekrutmen penyidik yang mulai berdinas di komisi antikorupsi sejak 1 April 2019 itu memiliki nilai di atas rata-rata.

"Hasil tesnya menunjukkan potensi di atas rata-rata, di atas 100% yaitu diangka 111,41%. Hasil tes kompetensi di atas 91,89%," ungkap Firli di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2021).

"Tidak ada keraguan bagi yang bersangkutan artinya sistem rekrutmen sangat bagus, kenapa saya katakan demikian menurut penjelasan biro SDM saudara SRP masuk KPK tanggal 1 April 2019," imbuhnya.

Baca juga --> Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju Bungkam saat Ditanya Soal Pemerasan Wali Kota Tanjungbalai

Atas penilaian tersebut, Firli menilai proses rekrutmen dari Stepanus tidak ada masalah.

Namun, dirinya meyakini ada faktor lain yang membuat Stepanus menerima suap dari M. Syahrial.

"Artinya secara persyaratan mekanis rekrutmen tidak masalah, tetapi kenapa terjadi saya pernah sampaikan kepada rekan-rekan semua bahwa korupsi terjadi karena rendahnya dan berkurangnya integritas. Itu lah yang harus kita jaga bagaimana kita harus membuat integritas ada di hati," katanya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan Stepanus, Syahrial, dan pengacara Maskur Husain sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai tahun 2020-2021.

Halaman
1234
Editor: Fitriadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved