Breaking News:

Berita Belitung

Gubernur Bangka Belitung Bangun Semangat Masyarakat Jaga Kelestarian Taman Geopark

Pulau Belitung resmi ditetapkan sebagai anggota Unesco Global Geopark (UGG) yang diresmikan pada Kamis (23/4/2021) malam.

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi meninjau area Suak Parak Mangrove Park di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (23/4/2021) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pulau Belitung resmi ditetapkan sebagai anggota Unesco Global Geopark (UGG) yang diresmikan pada Kamis (23/4/2021) malam di ruang sidang Pemkab Belitung.

Belitong menjadi satu-satu wilayah di Indonesia bahkan Asia yang menyandang predikat UGG bersama negara lainnya seperti Denmark, Finland, Jerman, Grecee, Italy dan Polandia.

Menurut Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman pembangunan taman bumi itu tidak hanya bicara infrastruktur tetapi justru pelestarian di 17 area geosite.

"Sekarang yang kita bangun itu masyarakatnya, coba lihat geopark lain itu hanya geosite saja. Orang ke sana bukan untuk melihat gedung yang baru tapi kelestariannya," kata Erzaldi kepada Posbelitung.co saat mengunjungi Suak Parak Mangrove Park di Desa Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Jumat (23/4/2021).

Oleh sebab itu, kata dia, langkah pertama yang dilakukan Pemprov Babel menggelar kegiatan pelatihan bagi masyarakat dan komunitas.

Menurutnya Unesco lebih menggerakkan komunitas dari pada pemerintah, sebab tanpa keinginan untuk melestarikan dan mengelola dari masyarakat maka anggaran sebesar apapun tidak akan bermanfaat.

Kemudian, dua kabupaten yaitu Belitung dan Belitung Timur dapat berkolaborasi dengan Badan Pengelola Geopark Belitong untuk membangun dan mempertahankan status tersebut.

"Nanti juga akan melibatkan provinsi bahkan pemerintah pusat melalui Komite Geopark Nasional (KGN)," katanya.

Erzaldi mengakui di balik seleberasi UGG, wilayah Provinsi Kepulauan Babel juga menyimpan potensi tambang yang masih berjalan.

Dirinya hanya menyebutkan bahwa pemprov sudah membuat kebijakan transformasi dari tambang menuju pariwisata beserta turunannya.

"Tapi bukan berarti ketika kebijakan transformasi ini dijalankan, tambang langsung tutup. Kami lebih kepada yuk tambang silahkan tetapi tolong tetap lestarikan lingkungan dengan alat yang lebih advance," katanya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved