Breaking News:

Berita Kriminalitas

Kejari Belitung Hentikan Penuntutan Berdasarkan Restoratif Justice Perkara Penganiayaan

Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Belitung melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atas perkara penganiayaan

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Posbelitung.co/Dede Suhendar
Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja beserta jajaran bersama tersangka dan korban, Jumat (23/4/2021). 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Belitung melakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif atas perkara penganiayaan, pada Jumat (23/4/2021).

Kajari Belitung I Gede Punia Atmaja menyerahkan surat ketetapan penghentian penuntutan nomor KEP-04/L.9.12/Eoh.2/04/2021 kepada tersangka dan korban disaksikan pihak keluarga.

Sebelumnya, perkara atas nama Sellawati diduga melanggar Pasal Primair 351 ayat (2) KUHP subsider Pasal 351 ayat (1) KUHP dan telah melalui proses tahap dua.

"Restoratif justice ini telah diamanatkan dalam Peraturan Kejaksaan RI Nomor 15 Tahun 2020. Tujuannya untuk menciptakan harmonisasi di masyarakat," ungkap Punia kepada Posbelitung.co.

Meksipun demikian, kata dia, penghentian penuntutan tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan dan telah disetujui oleh Jampidum Kejangung.

Menurutnya JPU Kejari Belitung telah melakukan ekspose kepada Jampidum Kejagung disaksikan Jampidum Kajati Babel.

Sedangkan alasan dilakukan restoratif justice, penyelesaian tindak pidana yang melibatkan pelaku, korban, keluarga dan pihak lain yang terkait bersama-sama mencari penyelesaian menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula bukan pembalasan.

Pemulihan kembali yang dilakukan tersangka dengan cara memberikan biaya pengobatan kepada korban.

Lalu, tersangka baru pertama kali melakukan tindak pidana dan dengan ancaman hukuman pidana penjara tidak lebih dari lima tahun.

Antara pelaku dan korban telah sepakat berdamai sehingga menciptakan harmonisasi di masyarakat.

"Alasan-alasan yang disampaikan pada ekspose secara virtual pada 22 April kemarin dan berdasarkan petunjuk Jampidum pengusulan penghentian penuntutan dapat diterima," kata Punia.

Ia menambahkan meskipun penuntutan telah dihentikan, pihaknya tetap melakukan pemantauan terhadap pelaku agar tidak mengulangi perbuatannya. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved