Breaking News:

Berita Belitung

Tiga Rumusan Belitong UGG yang Diakui Internasional, Kini Bertambah Satu Lagi Harus Tergarap

Terdapat tiga rumusan pada dokumen Belitong Unesco Global Geopark (UGG) tentang geosite telah diakui secara Internasional.

IST
Piring Emas yang pernah diperlihatkan kepada Bupati Belitung, Sahani Saleh (Sanem). Benda ini didapat dari BMKT. 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Terdapat tiga rumusan pada dokumen Belitong Unesco Global Geopark (UGG) tentang geosite telah diakui secara Internasional. Tiga rumusan itu, batu satam, landscape granit dan formasi kelapa kampit (open pit).

Tiga rumusan tersebut, harus dikembangkan sesuai standar Internasional. Namun kurun waktu empat tahun ini, sebelum revalidasi oleh Unesco, ada pengembangan geosite tersebut, yaitu geomaritim.

Pada geomaritim tersebut, pulau-pulau dan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) harus menjadi geosite. Lantaran memiliki potensi sebagai edukasi dan ilmu pengetahuan, sehingga bisa menjadi area penelitian.

"Ya karena apa, Belitong ini perairan jalur sutra, sehingga kekayaan laut harus ikut diangkat menjadi geomaritim. Tetapi itu nanti perlu dipetakan, mungkin melalui RTRW laut. Hanya saja kami akan melihay nanti, mana yang effectif," kata Ketua Badan Pengelola (BP) Geopark Belitong Yuspian pada acara Dialog Ruang Kita Pos Belitung, Jumat (23/4/2021).

Geomaritim tersebut, sekarang ini sudah mulai digarap dan dibahas BP Geopark. Potensi geomaritim ini, terbilang cukup tinggi, dan museum maritim menjadi satu diantara solusi sebagai pusat informasi.

"Jadi nanti ketika orang ingin mengetahui BMKT, silahkan datang ke lokasinya, tapi hanya sekedar melakukan penelitian, bukan untuk mengangkat BMKT tersebut," ujarnya.

Bupati Belitung H Sahani Saleh (Sanem) mengatakan, khusus geomaritim tersebut, Pemerintah Kabupaten Belitung sudah merencanakan akan memaksimalkan museum bahari. Museum tersebut sebagai wadah atau pusat informasi bagi penelitian.

"Dari situlah nanti, ke arah pulau pulau kecil, dan kapal tenggelam tadi. Jadi nanti BMKT ini kita kumpulkan, sampel nya di ambil, dan cerita nya kita buat, diletakan di museum bahari," kata Sanem.

Apabila ada peneliti ingin melihat langsung atau melakukan penelitian tentang BMKT tersebut, lanjut dia, maka di arahkan ke lokasi BMKT. 

"Tapi tidak boleh mengambil barang BMKT itu, hanya penelitian saja. Ya dari pada di curi orang, lebih baik seperti itu, jadi kita yang menjaga. Ya kalau mau melihat aslinya silahkan ke lokasi," bebernya.

Halaman
123
Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved