Berita Belitung
Bikin Konten Pertanian, Anak Muda Belitung Ini Tiap Bulan Dapat Gaji dari Youtube
Ahmad Syaifullah, pemuda asal Dusun Parit Gunong, Desa Aik Batu Buding, Kecamatan Badau Belitung ini kini bisa menikmati pundi-pundi rupiah
Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: Zulkodri
POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Ahmad Syaifullah, pemuda asal Dusun Parit Gunong, Desa Aik Batu Buding, Kecamatan Badau Belitung ini kini bisa menikmati pundi-pundi rupiah dari YouTube.
Melalui akun Anak Petani, pemuda ini membagikan konten-konten seputar perawatan tanaman seperti cabai, terong, juga tanaman hias. Tak hanya itu, baru-baru ini, dia pun mendapat silver play button karena telah memiliki 100 ribu subscriber.
Kepada posbelitung.co, Sabtu (24/4/2021), Syaiful mengatakan bagi vlogger tutorial baginya tak butuh banyak perangkat. Buat merekam video, editing, hingga mengunggah video, Syaiful hanya memanfaatkan smartphone miliknya.
Menelisik perjalanannya, pria 32 tahun ini menceritakan bahwa bertani cabai dan sayuran sudah lama digelutinya.
Hasil belajar bertahun-tahun lalu dibagikannya melalui grup Facebook Petani Cabe Nusantara yang kini pengikutnya sudah 256 ribu orang. Pada saat anggota grup mencapai 30 ribu pengikut, banyak yang menyarankannya agar membuka akun YouTube.
"Awalnya aku dak pandai, istilahnya main hp aja asal-asalan. Tapi banyak yang nyaranin, katanya buat aja biar dapat duit juga," kata Syaiful.
Semakin termotivasi lantaran sang adik yang juga membuat konten video di YouTube, mulailah ia belajar dan membuat akun pada 2018 lalu.
Meski begitu, tak percaya diri membagikan metode bertani cabai, Syaiful justru membuat konten perawatan tanaman hias milik orang tuanya. Rupanya, video itu sempat dikomplain.
"Ada yang bilang ke aku, katanya orang yang buka YouTube kan pasti orang yang belum mahir, makaya mau belajar," cerita dia.
Barulah, dari situ Syaiful mulai membagikan konten bertanam hingga merawat cabai. Ia juga belajar dari youtuber-youtuber lokal yang lebih dulu punya pengikut seperti alm. Rudi dan Andi yang punya konten memancing.
"Jadi sebenarnya bukan pandai, memandai lah," tukasnya.
Saat awal membuat YouTube, langkahnya juga tak mudah. Kata dia, semula orang tua pun sempat pesimis dengan upaya yang dilakukannya.
"Belau tue nyebut kaluk dak nyangkul, dak kan dapat duit. (Orang tua bilang kalau gak nyangkul—bertani, gak akan dapat duit)," ucapnya.
Namun tak patah semangat, ia pun konsisten membagikan video-video terbaru. Hingga dalam waktu 2,5 bulan, akunnya bisa dimonetisasi. Syaiful pun dapat menikmati uang pertama hasil YouTube senilai Rp 1,8 juta.
Setelahnya, barulah ia didukung orang tua. Bahkan kini jejaknya diikuti saudara hingga warga setempat, yang menurutnya bahkan kampung tersebut dijuluki sebagai kampung YouTube.
Meski enggan menyebutkan nominal dari YouTube, menurutnya hasil yang didapatkan lumayan. Ia pun rutin mendapat penghasilan per bulannya dari video-video yang ditonton. Bahkan video lama pun setiap bulannya masih ada pemasukan sekitar 3 USD per bulan.
Syaiful juga menyarankan, bagi anak muda yang punya keterampilan atau keahlian agar menjajal platform tersebut. Tak hanya berbagi hal-hal yang informatif, tapi juga bisa mendapat uang jajan.
"Apalagi anak sekolah, biar nanti misalnya kalau kuliah gak membebani orang tua karena punya penghasilan sendiri, apalagi kalau sekolah kejuruan," katanya.
"Sepupuku ada yang bikin konten resep masakan, sekarang akunnya juga sudah dimonetisasi," imbuh dia.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan kawan-kawan di Komunitas Youtuber Belitong. Juga, bagi youtuber pemula atau yang ingin menjajal platform digital tersebut bisa join di grup Facebook.(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20210424-ahmad-syaifullah.jpg)