Breaking News:

Berita Belitung

Penertiban TI Bareskrim Masuk Hutan Lindung, KPHL Tidak Bisa Memastikan Karena Tidak Ikut ke Lokasi

Kepala UPTD KPHL Belantu Mendanau Bambang Wijaya mengatakan bahwa di Aik Buntar, Desa Membalong terdapat kawasan hutan lindung.

Pos Belitung/Disa Aryandi
Ilustrasi Petugas gabungan melakukan razia TI 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Menyikapi penertiban TI ilegal yang dilakukan Dit Tipiter Mabes Polri, Kepala UPTD KPHL Belantu Mendanau Bambang Wijaya mengatakan bahwa di Aik Buntar, Desa Membalong terdapat kawasan hutan lindung.

Menurutnya, di wilayah Kecamatan Membalong terdapat kawasan hutan lindung Gunung Kubing seluas 10.293 hektar yang terbentang di beberapa desa seperti Kemiri, Air Gede, Air Buntar, Parang Bulo, Mentigi, Membalong, Lassar, Perepat dan Simpang Rusa.

Namun dirinya tidak bisa memastikan lokasi yang ditertibkan oleh tim dari bareskrim karena tidak dilibatkan dalam penertiban.

"Memang mereka tidak ada koordinasi makanya kami tidak memastikan lokasi itu. Karena di Air Buntar itu ada kawasan hutan lindung Gunung Kuning dengan KV Timah," ungkap Bambang kepada Posbelitung.co, Senin (26/4/2021).

Ia mengakui kawasan hutan lindung di Belitung rentang ditambang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Hal ini dikarenakan lokasi hutan berdampingan dengan pemukiman sehingga mudah diakses.

Di sisi lain keterbatasan petugas KPHL Belantu Mendanau membuat pengawasan terkendala.

Meskipun demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan pihak terkait.

"Aksesibility mudah karena dekat dengan pemukiman jadi aktifitas berkebun dan tambang itu sudah jadi komoditas. Kalau yang besar tetap ditindak tapi kadang ada yang kecil-kecil dan masyarakat setempat juga," ungkapnya.

Dirinya mengakui khusus kawasan hutan lindung di Air Buntar sudah lama ditambang sehingga banyak lokasi yang bolong.

Halaman
123
Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved