Breaking News:

Berita Belitung Timur

THR Belum Cair dari Bos? Adukan ke Posko Pengaduan THR Lebaran 2021 Belitung Timur

Kita ada bentuk Posko THR, posko satgas pelaksanaan THR 2021. Kalau bosnya belum kasih THR datang saja ke kantor kami.

Posbelitung.co/Bryan Bimantoro
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah Belitung Timur Erna Kunondo saat ditemui posbelitung.co di ruang kerjanya, Selasa (6/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah membuka Posko Pengaduan THR tahun 2021. Kepala Dinas Erna Kunondo mengatakan posko akan berada di kantornya sampai memasuki Hari Raya Idulfitri.

Erna menuturkan pembentukan posko ini juga sesuai dengan Surat Edaran Bupati Belitung Timur nomor 560/022/SE/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan tahun 2021 bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan di Kabupaten Belitung Timur.

"Kita ada bentuk Posko THR, posko satgas pelaksanaan THR 2021. Kalau bosnya belum kasih THR datang saja ke kantor kami. Tugas kami yaitu menerima pengaduan dari para pekerja yang tidak mendapat THR dari perusahaannya," kata Erna kepada wartawan, Senin (26/4/2021).

Erna menjelaskan dalam Surat Edaran tersebut ada beberapa ketentuan. Pertama, THR keagamaan diberikan kepada pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus atau lebih dan pekerja atau buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

Kedua, besaran THR keagamaan diberikan dengan ketentuan bagi pekerja atau buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan upah. Bagi pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan.

"Ketiga, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan," ujar dia.

Sebagai tambahan, Erna bilang ada kompensasi bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi covid-19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR keagamaan tahun 2021 sesuai waktu yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

"Kalau misalnya terdampak benar karena masa pandemi. Kami memberikan solusi dengan mewajibkan perusahaan melakukan dialog dengan pekerja dan buruh mereka untuk mendapatkan kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan beritikad baik," jelas Erna.

Namun, lanjut Erna, kesepakatan tersebut tidak akan menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan tahun 2021 kepada pekerja atau buruhnya dengan besaran sesuai ketentuan. Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil kesepakatan kepada Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Menurut Erna, selama beberapa tahun terakhir semua perusahaan di Belitung Timur taat membayarkan THR kepada karyawannya. Saat ini jumlah perusahaan yang berinvestasi di Beltim lebih dari 100 perusahaan, di antaranya sektor perkebunan, pertanian, pertambangan, dan usaha jasa.

"Kalau data dari BPPPT, kurang lebih ada 100an perusahaan. Tapi itu juga tidak komplet, karena terkait pengusaha tambang galian wajib bayar pajak galian datanya lebih dari itu. Tapi kalau semua jenis usaha sekitar 400 an lebih termasuk usaha kecil," tutup Erna. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved