Breaking News:

Berita Belitung

Adanya Larangan Mudik, Bupati Belitung Tuntut Kesadaran Masyarakat

Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan tidak ada kebijakan daerah berkaitan dengan pelarangan mudik.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Bupati Belitung Sahani Saleh 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Bupati Belitung Sahani Saleh mengatakan tidak ada kebijakan daerah berkaitan dengan pelarangan mudik.

Pemberlakuan larangan pulang kampung saat Idul Adha tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat terkait peniadaan mudik pada 6-17 Mei 2021.

"Kalau mudik, secara otomatis kalau di sana (luar daerah, Jakarta) dihalangi tidak mudik, tidak akan sampai ke Belitung. Pemberlakuannya sama lah dengan pusat, mulai tanggal 6 April kan harusnya sudah tidak ada yang mudik," ungkap Sahani kepada Posbelitung.co, Selasa (27/4/2021).

Tahun lalu, saat awal kondisi pandemi Covid-19, terhadap orang yang baru tiba dari luar daerah diharuskan menggunakan gelang tracking. Sementara tahun ini, lanjut Sanem, tidak akan diberlakukan ketentuan tersebut.

Kali ini pemerintah daerah menuntut kesadaran masyarakat.

"Daripada memerintah, susah diperintah, banyak yang tidak bisa diatur. Dituntut kesadaran lebih susah, tapi kalau tidak gitu, maka kondisi di negara kita tidak akan berubah. Kalau lihat negara lain, karena kesadaran rakyat," ucapnya.

"Percuma apa yang kami lakukan kalau masyarakat tidak sadar, disiplin, dan tidak mau mengikuti aturan, maka risiko tanggung sendiri. Pemerintah tidak akan menyakiti rakyat, tapi semua untuk kebaikan, kalau tidak mau ikut, risiko tanggung masing-masing," tegas Bupati Belitung dua periode ini.

Ia menambahkan, selama Ramadhan ini, meskipun status Belitung menjadi zona merah Covid-19, pemerintah tidak akan melarang kegiatan apapun.

Masyarakat boleh melakukan aktivitas Ramadhan termasuk buka puasa bersama (bukber) dengan pembatasan berupa penerapan protokol kesehatan.

Pemerintah juga tidak akan melarang atau membatasi aktivitas ibadah, asal tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Dulunya tidak pakai prokes, sekarang perketat prokes. Kadang saya lihat, sudah sebegitunya kami mengimbau, masih juga datang ke tempat umum tidak pakai masker, pengurus masjid tidak ada mengatur menjaga jarak, ini yang kami harapkan tetap diterapkan," ucap Sanem.

(Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Penulis: Adelina Nurmalitasari
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved