Breaking News:

Andri Bakal Lebaran di Penjara Usai Curi 12 Baterai Tower di Beltim, Bikin Sinyal Telkomsel Susah

Beberapa waktu terakhir warga Kelapa Kampit dan sekitarnya mengeluhkan tangkapan sinyal operator Telkomsel

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Andri saat diwawancarai oleh wartawan dan Kasat Reskrim Polres Beltim AKP Deddy Nuary, Selasa (27/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Beberapa waktu terakhir warga Kelapa Kampit dan sekitarnya mengeluhkan tangkapan sinyal operator Telkomsel pada smartphone mereka terganggu. Karena hal itu banyak warga yang kesulitan berkomunikasi lewat genggamannya.

Setelah diselidiki ternyata penyebabnya adalah 12 baterai power supply beberapa tower Telkomsel dicuri oleh seseorang. Satreskrim Polres Belitung Timur berhasil mengungkap kasus pencurian ini dengan menetapkan Andri Susilo (32) sebagai tersangkanya.

Andri merupakan seorang karyawan kontrak di satu perusahaan BUMN yang bergerak di bidang telekomunikasi.

Ia sudah bekerja di sana selama lima tahun terakhir. Andri yang merupakan warga Tanjungpandan ini mengaku memanfaatkan status pekerjaannya untuk mengambil barang-barang tersebut.

"Waktu itu saya lagi ngecek aset perusahaan tempat saya bekerja. Terus lihat barang itu tidak dipakai. Jadi saya ambil sebanyak 12 unit," kata Andri kepada wartawan ditemui usai jumpa pers ungkap kasus oleh Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo.

Saat ditemui oleh wartawan, tangannya sudah dikunci memakai borgol dan mengenakan rompi tahanan.

Andri mengaku nekat mencuri baterai itu untuk kebutuhan sehari-harinya. Dia sendiri sudah menjual 12 baterai tersebut ke penjual di Tanjungpandan dan sudah mendapatkan uang sekitar tiga juta rupiah.

Dia mengaku menyesal atas perbuatan tersebut. Bapak satu anak ini harus rela merayakan hari raya Idulfitri di balik jerusi besi Polres Belitung Timur untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kasat Reskrim Polres Belitung Timur AKP Deddy Nuary mengatakan pencurian berlangsung dua kali, yaitu pada 6 dan 15 Maret 2021 di Area Site Telkomsel Desa Aik Kelik, Damar.

"Kami sudah menahan tersangka sejak 16 April 2021 lalu. Karena perbuatan pelaku satu tower tidak berfungsi dan diduga menjadi penyebab susah sinyal yang dialami sebagian warga Kelapa Kampit dan sekitarnya," kata AKP Deddy.

Pihaknya sudah mengamankan enam baterai power supply dan sisanya masih dalam pencarian. Kasus ini pun dia katakan masih dalam pengembangan apakah ada kerjasama dengan rekannya yang lain atau tidak.

"Andri melanggar pasal 362 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana dan terancam hukuman penjara lima tahun," kata Kasat Reskrim.

Kasat Reskrim menambahkan Andri merupakan residivis kasus penggelapan di Tanjungpandan 10 tahun lalu.

Di tempat yang sama, Kapolres AKBP Jojo Sutarjo mengimbau masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana apapun. Karena menurutnya sangat merugikan pemiliknya maupun masyarakat.

"Apalagi ini menyangkut dengan sarana komunikasi yang merupakan kebutuhan vital kita saat ini. Kami akan tindak tegas bagi siapapun yang melakukan tindakan yang merugikan masyarakat," tegasnya. (Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved