Breaking News:

Kasus Illegal Logging di Hutan Pemurnian Meranti Belitung Timur Lanjut ke Tahap Penyidikan, Satu DPO

AKBP Jojo mengatakan dari pengembangan kasus tersebut terdapat tindak pidana kepemilikan senpi dan sajam

(Posbelitung.co/BryanBimantoro)
Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo didampingi Kasat Reskrim AKP Deddy Nuary dan Kabag Ops AKP Robby Ansyari menunjukkan barang bukti dalam jumpa pers di Aula Patriatama Polres Belitung Timur, Selasa (27/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Kasus illegal logging yang terjadi di Hutan Lindung Kawasan Pemurnian Hutan Meranti Desa Lilangan, Gantung berlanjut ke tahap penyidikan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Belitung Timur AKBP Jojo Sutarjo didampingi Kasat Reskrim AKP Deddy Nuary dan Kabag Ops AKP Robby Ansyari dalam jumpa pers di Aula Patriatama Polres Belitung Timur, Selasa (27/4/2021).

AKBP Jojo mengatakan dari pengembangan kasus tersebut terdapat tindak pidana kepemilikan senpi dan sajam.

Ia menyebutkan dari keterangan salah satu tersangka bahwa ada pemilik mesin yang saat ini masih dalam pencarian alias berstatus DPO.

"Saat ini sudah ditahan empat orang dari kasus tersebut. Tiga di antaranya berasal dari luar Belitung Timur, namun satunya sudah ber-KTP sini," ungkap Kapolres di hadapan para wartawan.

Keempat tersangka itu adalah Tasa Kendra (37) lahir di Cengal OKI Sumsel beralamat di Desa Balok Dendang, Sopi alias Ajok (30) beralamat di Desa Sukamulia Pakenjeng Garut, Miftahudin alias Mip (32) beralamat di Cikonang Cisopet Garut, dan Sugiono (30) lahir di Medan beralamat di Desa Ibul Badau.

Satu DPO merupakan rekan dari Sugiono yaitu Reno (32) tinggal di Perkebunan HTI Desa Lilangan Gantung. Reno merupakan pemilik mesin yang digunakan oleh Sugiono dalam membabat hutan pemurnian tersebut.

"Diketahui juga saudara Miftahudin merupakan residivis kasus serupa pada 2014 lalu. Kemudian dari tangan saudara Tasa Kendra kami mengamankan satu pistol rakitan dan empat butir amunisi. Kepada dirinya akan dikenakan pasal tambahan selain dari tindak pidana illegal logging," kata Kapolres.

AKBP Jojo bilang akan segera melimpahkan kasus ini ke Kejaksaan Negeri Belitung Timur. Dia berkomitmen akan terus mengungkap kasus illegal logging yang terjadi di Belitung Timur. Terkait dengan opini masyarakat soal pembekingan oleh oknum tertentu, dia tegas tidak akan menolerir dan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

Polisi akan menjeratkan mereka pasal 82 ayat (1) huruf b dan c Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500 juta dan paling banyak Rp 2,5 miliar.

"Khusus TK bakal dikenakan pasal tambahan yaitu pasal 1 ayat (1) dan pasal 2 ayat (1) UU Darurat nomor 12 tahun 1951 tentang mengusai, menyimpan senjata api, amunisi, dan menguasai, menyimpan senjata tajam tanpa izin dengan ancaman penjara 20 tahun," tutup AKBP Jojo.
(Posbelitung.co/BryanBimantoro)

Penulis: Bryan Bimantoro
Editor: Khamelia
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved