Berita Viral

Kisah Viral Anak Driver Ojol Tewas Setelah Makan Lontong Pemberian Pemesan

Sang anak yang mencicipi lontong yang dibawa ayahnya pulang yang bekerja sebagai Driver Ojol ini harus kehilangan nyawa. 

Penulis: tidakada007 | Editor: Fitriadi
Instagram
Potret anak driver ojol yang tewas setelah makan lontong yang dibawa pulang sang ayah 

Bocah tersebut rela menempuh jarak jauh demi menjajakan barang dagangannya di wilayah Perumnas Kota Baru Driyorejo, Gresik.

Bocah tersebut terlihat menangis tersedu-sedu di Jalan Raya Cangkir, Kecamatan Driyorejo, Gresik.

Ia bernama Raja, beralamatkan di Desa Karangasem, Kecamatan Gedeg, Mojokerto.

Setiap harinya, pelajar di bangku sekolah dasar (SD) membantu orang tuanya untuk berjualan sate kol di Perumnas Kota Baru Driyorejo, pada pukul 14.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SURYAMALANG.COM, ia diantar ibu dan kakaknya dengan menggunakan sepeda motor menuju ketempat lokasi jualannya.

Kemudian ditinggal berjualan sendiri dikarenakan kakak dan ibunya yang juga berjualan sate kol di Karangpilang, Kota Surabaya.

Sampai dengan tengah malam ternyata Raja tak kunjung dijemput oleh Kakak dan Ibunya, sehingga dirinya mencari tebengan kendaraan bermotor yang lewat untuk diantarkan ke Pertigaan Koramil 0817/01 Driyorejo.

Kemudian setelah turun dari kendaraan, bocah 9 tahun itu merasa bingung dan ketakutan sehingga menangis sejadi-jadinya dan menarik perhatian piket Koramil pada hari itu Serma Rudianto.

Ketika ditanya anggota, Raja pun menceritakan kejadiannya, mengetahui kondisi anak tersebut lelah dan mengantuk si anak dibiarkan beristirahat sejenak.

Saat itu, Serma Rudianto berkoordinasi dengan rekan yang lain, Peltu Mat Untung serta Serda Agus Riyono yang punya kendaraan mobil untuk digunakan mengantarkan si anak pulang ke rumahnya di Desa Karangasem Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Setiba di rumah Raja, ketiga Prajurit Koramil 0817/01 Driyorejo langsung diterima oleh ayahnya yang bernama Heru (37).

Anggota memberikan nasehat kepada orang tuanya, walaupun dalam kondisi serba kekurangan.

Pihaknya meminta orang tua bijaksana tidak menyuruh anaknya untuk berjualan yang jauh dari rumah.

“Awalnya saya mengetahui si Raja di pertigaan jalan ini sedang menangis sejadi-jadinya lalu saya hampiri dan menanyakan, akhirnya dirinya menceritakannya kronologi kejadiannya."

Halaman
1234
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved