Breaking News:

Berita Belitung

Pemalsuan Dokumen Swab Antigen Sempat Terindikasi di Bandara HAS Hanandjoeddin, Ini yang Terjadi

Pemalsuan dokumen swab antigen oleh penumpang pesawat dan kapal di Kabupaten Belitung, sempat terindikasi.

Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Ubaidillah, Jumat (11/10/2019). 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Pemalsuan dokumen swab antigen oleh penumpang pesawat dan kapal di Kabupaten Belitung, sempat terindikasi.

Khusus penumpang di Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan, baru terjadi sekitar satu pekan lalu ditemukan.

"Tapi itu baru sebatas indikasi saja, kalau mengarah kepada pemalsuan dokumen swab, belum ada. Indikasi itu teman-teman KKP yang menemukan," kata Executive General Manager PT Angkasa Pura II Bandara HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Untung Basuki kepada Posbelitung.co, Selasa (27/4/2021).

Untung menceritakan, petugas menemukan indikasi ketika penumpang tersebut ingin melakukan keberangkatan. Pada pemeriksaan hasil swab antigen tersebut ada yang 'mengganjal'.

Sehingga penumpang ini diminta kembali melakukan swan antigen ulang, yang ada di Bandara HAS Hanandjoeddin. Hasil swab antigen ulang tersebut, negatif.

"Jadi keberangkatan pada pesawat pagi tidak jadi, dan bergeser ke pesawat berikut nya. Jadi sudah ada indikasi seperti itu, dan ini harus di waspadai," ujarnya.

Selain penumpang pesawat, pada moda transportasi laut harus di waspadai, agar tidak terjadi pemalsuan dokumen swab antigen, maupun dokumen lain. Lantaran khusus di Belitung pada penumpang kapal, ternyata pernah terjadi.

"Tapi itu bukan penumpang kapal, tapi sopir truk. Itu dokumennya curiga palsu, dan sewaktu di cek, ternyata ada indikasi seperti itu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Belitung Ubaidillah.

Lantaran petugas merasa curiga, lanjut dia, lalu dilakukan pengecekan ulang, dan hasil swab antigen tersebut positif.

"Terus sopir tersebut dibawa kerumah sakit, di isolasi beberapa hari. Kejadian itu sudah cukup lama, dan kemungkinan - kemungkinan seperti itu kedepan nya masih tetap ada," bebernya.

Kata Ubaidillah, untuk mencegah agar tidak terjadi pemalsuan dokumen itu, terutama saat menjelang tanggal 6 - 17 Mei 2021 nanti, tetap harus diwaspadai, lantaran di prediksi berbagai arus transportasi udara dan laut mengalami peningkatan.

"Tinggal bagaimana kedepan petugas di daerah yang memberangkatkan penumpang ini melakukan deteksi awal secara maksimal lagi. Kalau sanksi ya sekarang paling penawarannya, tetap ada, pertama mereka dipulangkan, kedua mereka isolasi mandiri hanya itu saja," kata Ubaidillah. (Posbelitung.co/Disa Aryandi)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved