Breaking News:

Fasilitas Kesehatan India Lumpuh, Tewas Akibat Covid 19 Diatas 200 Ribu, WHO: Jangan Salahkan Corona

Setiap hari lebih dari 300.000 orang di India positif covid-19, total korban tewas akibat covid-19 sudah mencapai 201.187 orang.

Editor: Hendra
AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

POSBELITUNG.CO, -- Wabah virus corona atau covid-19 di India semakin merajalela.

Terhitung hingga saat ini sudah 200 ribu lebih rakyat India yang tewas menjadi korban keganasan Covid-19.

Dengan jumlah kemamtian akibat covid-19 yang sangat tinggi ini, Rabu (28/4/2021) menjadi hari paling mematikan di India. 

Fasilitas kesehatan di negeri bolywood itu lumpuh.

Hal ini dikarenakan kekurangan oksigen, pasokan medis, dan staf rumah sakit menambah rekor jumlah infeksi baru.

Dalam gelombang kedua COVID-19, setidaknya 300 ribu orang dinyatakan positif setiap hari selama satu minggu terakhir.

Fasilitas kesehatan dan krematorium kewalahan sehingga bantuan dari internasional makin mendesak.

Dalam 24 jam terakhir India mencatatkan 360.960 kasus baru.

Ini adalah angka kasus harian terbesar di dunia dan melambungkan total jumlah kasus di India menembus angka 18 juta.

Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi.
Tsunami Covid-19 menyebabkan krematorium di India kewalahan karena setiap hari ada ratusan korban virus corona yang harus dikremasi. (Tangkap Layar Video The Telegraph)

Hari ini juga menjadi hari paling mematikan sejauh ini, dengan 3.293 korban jiwa sehingga total jumlah kematian di negara itu menjadi 201.187 orang.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved