Breaking News:

Berita Belitung

Tumpang Tindih Sertifkat dan SKT di Jalan Tembus, Pemilik Sertifikat Siap Tempuh Jalur Hukum

Permasalahan tumpang tindih sertifikat dan SKT di Jalan Tembus Buluh Tumbang-Air Seruk masih terus bergulir

Ist/Wahyu
Kuasa Hukum Harsono, Wahyu Pamungkas Nugraha dari firma ADW Law Office 

POSBELITUNG.CO , BELITUNG -- Permasalahan tumpang tindih sertifikat dan SKT di Jalan Tembus Buluh Tumbang-Air Seruk masih terus bergulir.

Sebelumnya Yulianto telah melapor ke Polres Belitung atas dugaan pencatutan namanya di sertifikat nomor 04.03.04.25.1.00595 pada akhir Januari 2021 lalu.

Sementara itu, Harsono selaku pihak pemilik sertifikat lahan seluas dua hektar itu tetap mengklaim resmi secara hukum.

"Kalau klien kami secara legalitas, sertifikat itu alat bukti yang kuat bahwa beliau pemilik lahan itu. Beliau juga pembeli yang beritikad baik yang sudah melakukan kewajiban kepada penjual maupun negara," tegas Kuasa Hukum Harsono, Wahyu Pamungkas Nugraha dari firma ADW Law Office kepada Posbelitung.co, Rabu (28/4/2021).

Wahyu mengatakan, kliennya mendapatkan sertifikat tersebut atas dasar transaksi jual beli dari Limia Ayu pada tahun 2012 silam.

Oleh sebab itu, Wahyu mempertanyakan jika Yulianto merasa tidak pernah memiliki lahan tersebut tidak mungkin terjadi transaksi jual beli dengan Limia Ayu sebelumnya.

Kemudian, berdasarkan data yang didapatnya, sertifkat tersebut pernah dijadikan anggunan di bank dan proses roya yang secara otomatis membutuhkan persetujuan orang yang namanya tercantum pada sertifkat tersebut.

Di sisi lain selaku pemilik lahan, Harsono juga telah melakukan kewajiban membayar PBB rutin setiap tahunnya.

Bahkan setelah dicek koordinat melalui aplikasi Sentuh Tanahku, floating areanya juga sudah sesuai.

"Terkait ada penyerobotan seperti itu, saya selaku PH Pak Harsono akan mengambil tindakan hukum, pidana maupun perdata. Pidananya ada penyerobotan, pengrusakan dan sebagainya di atas lahan kami, perdatanya akan kami lakukan gugatan perbuatan melawan hukum," tegasnya.

Namun sebelumnya melayangkan gugatan, lanjut Wahyu, pihaknya akan menyurati desa setempat dan kecamatan untuk melakukan mediasi.

Sebab, setelah masalah sengketa tersebut bergulir belum pernah dilakukan mediasi sekalipun dari pemerintah desa maupun kecamatan. (Posbelitung.co/Dede Suhendar)

Penulis: Dede Suhendar
Editor: nurhayati
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved