Breaking News:

Siswi SMP Jadi Korban Asusila Ayah Tiri, Berulang Kali Dicabuli Sejak Masih SD

Dua kasus pencabulan anak tiri oleh ayah tiri terjadi di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Penulis: Deddy Marjaya | Editor: Fitriadi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi anak tiri dicabuli ayah tiri 

Bunga bersama ibu dan ayah tirinya tinggal di camp tambang inkonvensional.

Ayah tiri Bunga sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas. Sedangkan ibu Bunga bekerja serabutan.

Ibu Bunga berinisial M (36) saat itu kaget melihat suaminya J (56)  sedang mencabuli putrinya.

Pencabulan terjadi pada 20 April 2021. 

Saat masuk ke dalam camp, M melihat J sedang memasukkan tangannya ke (maaf-red) kemaluan Bunga.

Melihat hal tersebut M berlari ke dapur camp kemudian memanggil Bunga. Selanjutnya Bunga diajak M menuju kantor Desa Rebo melaporkan kejadian.

Oleh aparat Desa Rebo, M dan Bunga diantarkan ke Polres Bangka untuk melaporkan kejadian tersebut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satrekrim Porles Bangka kemudian menindaklanjuti laporan tersebut.

Dipimpin oleh Kanit PPA Bripka Dian Plaza mendatangi camp TI namun pelaku telah menghilang.

Selasa (27/4/2021) polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku bersembunyi di rumah anaknya di Sungailiat.

J akhirnya berhasil dibekuk di kediaman anaknya bersembunyi di Sungailiat.

"Berdasarkan keterangan saksi yang juga pelapor kejadian terjadi di camp TI kawasan Tanjung Ratu pekan lalu tersangka berhasil kita amankan," kata Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedy Setiawan kepada Bangkapos.com, Kamis (29/4/2021).

Saat diamankan, J membantah mencabuli Bunga. Ia mengaku saat itu Bunga sakit perut. Kemudian ia membantu mengelus perut Bunga. Namun setelah dilakukan intograsi J yang diketahui telah menikah 6 kali ini akhirnya mengakui perbuatannya.

Tersangka dijerat dengan pasal UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Penyidik PPA Reskrim Polres Bangka sedang menangani kasus ini termasuk memintai keterangan ahli sedangkan korban dititipkan Rumah Aman Dinsos Kabupaten Bangka karena mengalamai trauma," kata AKP Dedy Setiawan. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved