Breaking News:

Siswi SMP Jadi Korban Asusila Ayah Tiri, Berulang Kali Dicabuli Sejak Masih SD

Dua kasus pencabulan anak tiri oleh ayah tiri terjadi di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Penulis: Deddy Marjaya | Editor: Fitriadi
tribunlampung.co.id/dodi kurniawan
Ilustrasi anak tiri dicabuli ayah tiri 

POSBELITUNG.CO, BANGKA - Dua kasus pencabulan anak tiri oleh ayah tiri terjadi di Sungailiat Kabupaten Bangka.

Korban pertama seorang siswi SMP bernama samaran Mawar (14).

Bahkan Mawar sudah berulang kali dicabuli ayah tirinya semenjak dia masih sekolah dasar.

Kasus kedua dialami sebut saja Bunga (14) di Kampung Tanjung Ratu Desa Rebo Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Siswi SMP Dicabuli Berulang Kali

Kasus pencabulan dialami seorang siswi SMP di Kota Sungailiat.

Gadis sebut saja namanya Mawar jadi korban asusila ayah tirinya.

Mawar sudah jadi budak nafsu ayah tirinya semenjak ia masih duduk di bangku sekolah dasar.

Mirisnya lagi, sang ibu berinisial B seolah melindungi perbuatan X sang suami yang mencabuli Mawar.

B membantah X tega mencabuli Mawar.

"Tidak ada bu anak saya dicabuli suami. Kami ke sini sama Mawar mau mencabut laporan," kata B di Unit PPA Polres Bangka, Rabu (28/4/2021) kemarin.

Sebelumnya, kasus pencabulan ini dilaporkan S kakak kandung Mawar ke Polres Bangka.

Mawar yang awalnya awalnya mengakui telah dicabuli, saat datang ke Polres Bangka hari itu membantah dan terlihat histeris.

Bripka Dian Plaza Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bangka mengambil keputusan meminta B pulang dahulu.

Sementara Mawar ditenangkan kemudian dititipkan ke Rumah Aman Dinsos Bangka. Barulah Mawar terlihat tenang.

Menurut Bripka Dian Plaza, pekan lalu setelah dilaporkan oleh S kakak kandung Mawar, pelaku berinisial X yang merupakan ayah tiri mereka sempat menghilang.

Setelah mendapatkan informasi bahwa X kembali muncul di rumah kemudian diminta datang ke Polres Bangka agar kasusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Saat X tiba di Unit PPA langsung dibekuk.

Seperti diketahui peristiwa pencabulan tersebut telah terjadi berulang ulang oleh X terhadap Mawar sejak duduk dikelas 5 SD hingga korban masuk SMP.

Berdasarkan hasil visum didapati adanya luka trauma di kemaluan korban.

Terungkapnya kejadian tersebut bermula dari kedatangan S yang baru tiba dari salah satu kota di Pulau Sumatera.

S bermaksud bersilaturahmi dengan ibunya R yang telah menikah lagi serta adik- adiknya termasuk korban Mawar.

Mawar yang sudah tidak tahan akan perbuatan X ayah tirinya, kemudian menceritakan bahwa dirinya sejak duduk di kelas 5 SD telah dicabuli.

Bertahun tahun perbuatan X berlangsung hingga Mawar masuk SMP. Mawar tidak berani bercerita kepada siapapun karena takut terhadap X.

Mawar kemudian mengambil kesempatan bercerita kepada S kakaknya yang telah menikah saat berkunjung ke diamannya.

Bak disambar petir, S yang kurang mengerti Kota Sungailiat karena selama ini tinggal di kota lain langsung membawa korban ke Polres Bangka melaporkan kejadian yang menimpa sang adik. 

X akhirnya berhasil dibekuk setelah sebelumnya sempat menghilang mengetahui dirinya dilaporkan ke Polres Bangka.

X dijerat dengan UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Kita imbau kepada masyarakat guna menjaga anak anak karena pelaku rata rata adalah orang dekat korban dalam kasus pencabulan terhadap anak," kata Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedy Setiawan.

Istri Pergoki Suami Cabuli Anak Gadisnya

Kasus pencabulan dialami Bunga (14) bermula ketika ibunya pulang ke rumah di Kampung Tanjung Ratu Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.

Bunga bersama ibu dan ayah tirinya tinggal di camp tambang inkonvensional.

Ayah tiri Bunga sehari-hari bekerja sebagai pemulung barang bekas. Sedangkan ibu Bunga bekerja serabutan.

Ibu Bunga berinisial M (36) saat itu kaget melihat suaminya J (56)  sedang mencabuli putrinya.

Pencabulan terjadi pada 20 April 2021. 

Saat masuk ke dalam camp, M melihat J sedang memasukkan tangannya ke (maaf-red) kemaluan Bunga.

Melihat hal tersebut M berlari ke dapur camp kemudian memanggil Bunga. Selanjutnya Bunga diajak M menuju kantor Desa Rebo melaporkan kejadian.

Oleh aparat Desa Rebo, M dan Bunga diantarkan ke Polres Bangka untuk melaporkan kejadian tersebut.

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satrekrim Porles Bangka kemudian menindaklanjuti laporan tersebut.

Dipimpin oleh Kanit PPA Bripka Dian Plaza mendatangi camp TI namun pelaku telah menghilang.

Selasa (27/4/2021) polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku bersembunyi di rumah anaknya di Sungailiat.

J akhirnya berhasil dibekuk di kediaman anaknya bersembunyi di Sungailiat.

"Berdasarkan keterangan saksi yang juga pelapor kejadian terjadi di camp TI kawasan Tanjung Ratu pekan lalu tersangka berhasil kita amankan," kata Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Dedy Setiawan kepada Bangkapos.com, Kamis (29/4/2021).

Saat diamankan, J membantah mencabuli Bunga. Ia mengaku saat itu Bunga sakit perut. Kemudian ia membantu mengelus perut Bunga. Namun setelah dilakukan intograsi J yang diketahui telah menikah 6 kali ini akhirnya mengakui perbuatannya.

Tersangka dijerat dengan pasal UU Perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara.

"Penyidik PPA Reskrim Polres Bangka sedang menangani kasus ini termasuk memintai keterangan ahli sedangkan korban dititipkan Rumah Aman Dinsos Kabupaten Bangka karena mengalamai trauma," kata AKP Dedy Setiawan. (Bangkapos.com/Deddy Marjaya)

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved