Breaking News:

Berita Belitung

Jelang Idul Fitri, Kepala Kemenag Belitung Ingatkan Umat Membayar Zakat

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Belitung H Masdar Nawawi mengingatkan umat Islam menunaikan zakat

Penulis: Adelina Nurmalitasari | Editor: nurhayati
Ist/Masdar Nawawi
Kepala Kantor Kemenag Belitung H Masdar Nawawi beberapa waktu lalu 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Belitung H Masdar Nawawi mengingatkan umat Islam menunaikan zakat, terutama zakat fitrah menjelang Idulfitri.

Berdasarkan surat edaran Bupati Belitung nomor 451.12/590/II/2021 tahun 2021, bahwa zakat fitrah 2,5 kilogram beras sama dengan membayar nominal uang sebesar Rp 32.500.

Keputusan tersebut berdasarkan hasil musyawarah bersama antara pemerintah daerah, kementerian agama, badan amil zakat nasional (BAZNAS), majelis ulama Indonesia (MUI) dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Kabupaten Belitung.

"Zakat fitrah ditunaikan dalam bentuk beras seberat 2,5 kilogram per jiwa. Kualitas beras harus sesuai dengan kualitas beras yang kita konsumsi sehari-hari," katanya, Sabtu (1/5/2021).

Ia menjelaskan, zakat fitrah harus dikeluarkan setahun sekali pada awal Ramadan hingga batas salat Idulfitri.

Selain zakat fitrah, ia juga mengingatkan agar tak lupa menunaikan zakat maal atau zakat harta yang telah memenuhi nisab atau batasan.

Zakat ini membayar 2,5 persen dari harta yang nisabnya setara dengan 85 gram emas yang masa kepemilikannya sudah satu tahun.

Zakat memiliki manfaat, baik dari segi agama, akhlak, maupun secara sosial. Secara agama, lanjut Masdar, berzakat berarti telah menjalankan satu di antara rukun Islam yang mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan dan keselamatan dunia dan akhirat.

"Merupakan sarana bagi hamba untuk taqarrub (mendekatkan diri) kepada Rabb-nya, akan menambah keimanan karena keberadaannya yang memuat beberapa macam ketaatan," kata dia.

Kemudian dari segi akhlak, zakat juga menanamkan sifat kemuliaan, rasa toleran, dan lapang dada bagi pembayar zakat.

Lalu dari segi sosial atau ijtimaiyyah, zakat menjadi sarana membantu dan memenuhi hajat hidup para fakir miskin. Serta memberikan dukungan kekuatan bagi kaum muslimin dan mengangkat eksistensi mereka.

Agar zakat yang disalurkan tepat guna dan tepat sasaran, diharapkan para muzakki agar menyalurkan zakatnya melalui Badan/Lembaga Amil Zakat resmi dan memiliki izin dari pemerintah. 

"Di Kabupaten Belitung ada BAZNAS, LAzismu dan Lazismu dan UPZ (unit pengumpul zakat) yang ada di masjid-masjid," imbuh dia.

Di samping itu, ia juga mengingatkan agar organisasi pengelola zakat, unit pengumpul zakat, dan panitia pengumpul zakat fitrah agar menyediakan sarana untuk cuci tangan.

Petugas yang melakukan penyaluran zakat fitrah dan atau ZIS agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan, dan alat pembersih sekali pakai, sesuai sesuai Surat Edaran Menteri Agama RI Nomor 3 dan 4 Tahun 2021 tentang Panduan Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di Tengan Pandemi Covid-19. (Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari)

Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved