Breaking News:

Virus Corona di Bangka Belitung

Operasi Yustisi Dimulai, Tekan Angka Penularan Covid-19 di Belitung

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung akan rutin melakukan Operasi Yustisi di sejumlah titik keramaian hingga Bulan Desember 2021 mendatang

posbelitung.co
Bupati Belitung, Sahani Saleh bersama Forkopimda Belitung serta jajarannya saat melakukan sosialisasi Protkes di beberapa titik keramaian di Tanjungpandan. Sabtu (1/5/2021). (Posbelitung/Suharli) 

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung akan rutin melakukan Operasi Yustisi di sejumlah titik keramaian hingga Bulan Desember 2021 mendatang. Operasi itu dilakukan guna menekan angka penyebaran Covid-19 di daerah ini.

 
Hal itu disampaikan Bupati Belitung, Sahani Saleh, usai melakukan Sosialisai Protokol Kesehatan bersama Forokopimda Belitung disejumlah pusat keramaian di Tanjungpandan, di antaranya
Gedung Nasional, kawasan Kave Senang,kawasan Tanjungpendam dan Jalan Endek pada Sabtu, (1/5/2021) malam.

Pria yang akrab disapa Sanem itu mengakui untuk mencegah keramaian, diakuinya agak sedikit sulit, karena juga akan berimbas pada perekonomian, oleh karena unsur protokol kesehatan (Protkes) seperti memakai masker dan menjaga jarak ditempat keramaian harus dilaksanakan.

Dia pun menegaskan kepada para pedagang agar tidak melayanin pembeli yang tidak mengindahkan Prokes. 

Bagi pedagang, bila tidak menerapakan Prokes terancam akan dibubarkan dan izinnya akan dicabut.

"Sasarannya kami meminta kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan, karena mencegah kerumunan mungkin susah, jadi satu diantaranya menerapkan penggunaan masker serta menjaga jarak. Karena Covid-19 saat ini dasyatnya tiga kali lebih dari yang sebelumnya baik dari penyebarannya maupun kekuantan Covid-19 itu sendiri," ujar Sanem.

Melihat kerumunan serta lemahnya penerapan protkes dimasyarakat yang terjadi beberapa lokasi keramaian itucukup membuatnya geram.

Dia pun aktifitas keramian diredam sementara, apa lagi saat ini katanya  sedang bulan ramadan. "Covid-19 tidak mengenal bulan puasa, tidak kenal lebaran. Tidak peduli tempatnya bila ada orang terpapar tidak menggenakan masker, kemudian dia membaur bersama yang lainnya, selesai," ucapnya.

Guna memutus mata rantai Covid-19, diperlukan kesadaran semua pihak. Menurutnya apapun upaya pemerintah kalau masyarakat tidak disipilin, Covid-19 tidak mungkin bisa diputus.

"Boleh dikatakan pemerintah saat ini sudah sangat kewalahan, dari segi penanganan, pengobatan dan lainnya. Karena ini berdampak pada ekonomi dan sosial juga," ucapnya.

Malam itu kata Sahani Saleh, sebagai awal pemberlakuan Operasi Yustisi yang berkelanjutan hingga Bulan Desember akan datang di beberapa titik keramaian.

"Selanjutnya juga akan turun perangkat dari Polres Dandim, Danlanud dan Satpol PP akan memberikan sanksi berupa denda sesuai dengan PerbubNomor 43 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru produktif  dan Aman, dalam Pandemi Covid-19 di Kabupaten Belitung," katanya. (Posbelitung.co/Suharli)

 

Penulis: Suharli
Editor: Fery Laskari
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved